Sabtu, 19 Januari 2019

Keliling Amerika Serikat 2018 - USA Autumn Trip Day 12.

Golden Gate.

Pagi ini kami mesti terbang dengan Alaska Air dari Las Vegas menuju San Francisco (SF). Semestinya pesawat kami berangkat jam 10.30, tapi satu bulan sebelum terbang malah dimajukan jadi berangkat subuh menuju SF, yang membuat kita mau ga mau bermalam lagi di bandara untuk yang kedua kalinya..😪😣 Untuk tiket pesawat ini sudah saya beli online jauh2 hari sebelum berangkat ke USA.

Suasana di bandara Las Vegas pagi itu.

Bermalam di bandara lagi.

Pesawat yang akan kami tumpangi.

Saat check in Alaska Air, pembayaran bagasinya bisa dengan menggunakan uang tunai. 1 bagasi dikenakan biaya $25, karena kita ada 2 koper besar jadi kena $50 deh. Beres urusan check in kami pun langsung ke ruang tunggu untuk naik pesawat. Ternyata Alaska Air ini, sama dengan Virgin America, karna pesawat yang kami tumpangi untuk ke SF adalah pesawat Virgin America. Untuk fasilitasnya sendiri hampir sama dengan Delta Air yang kami tumpangi sebelumnya, karena sama-sama ada fasilitas hiburan berupa tv disetiap kursi penumpang dan selama penerbangan 1.5 jam ini kami mendapat makanan berupa snack dan minuman hangat.

Hiburan di atas pesawat.

Suasana di dalam pesawat.

Sekitar jam 9 pagi kami tiba di San Francisco. Cuaca terasa lumayan sejuk saat kami datang. Dari bandara kami langsung menuju stasiun kereta BART. Kereta BART adalah kereta penghubung bandara dengan pusat kota SF. Stasiun kereta BART ini ternyata terletak di terminal yang berbeda dengan terminal kedatangan kami, sehingga untuk menuju kesana kami menggunakan sky train yang ada di bandara San Francisco (SFO). Setibanya di stasiun BART langsung beli kartu keretanya seharga $10 perorang. Cukup mahal sih kalau dirupiahkan, tapi ini transportasi yang paling gampang & murah menuju hotel tempat kami menginap di SF. Kebetulan hotel kami letaknya tidak jauh dari stasiun kereta BART di Powell station.

SF terlihat dari atas pesawat.

Mendarat di SFO.

Kereta BART dari bandara ini lumayan sepi, saking sepinya malah ada sepasang kekasih yang ga malu berbuat tidak senonoh tak jauh dari tempat kami duduk, Astagfirullah.. Kami berdua terpaksa mesti memalingkan muka dari mereka agar tidak perlu melihat hal-hal tak pantas tersebut. Untungnya ga lama kereta ini mulai ramai oleh penumpang, sehingga pasangan muda tadi tidak lagi berani bertindak asusila didepan umum. Perjalanan dari bandara ke Powell station kurang lebih 1 jam dengan kereta BART.

Suasana dalam kereta BART.

Setibanya di Powell station kami langsung turun dan jalan kaki 5 menit ke hotel Winsor. Sedikit was-was karena menurut review yang saya baca, hotel yang kami pesan ini, berada di kawasan yang cukup banyak gelandangan dan premannya. Saat kami tiba, benar saja banyak sekali preman yang nongkrong di area sekitar hotel ini. Rata-rata kulit hitam dan berbadan besar, asli bikin jiper.

Kenapa saya tetap book hotel ini walau uda tau letaknya kurang aman, soalnya posisinya di tengah kota, dekat kemana-mana. Akses transportasi umum dari hotel ini gampang sekali, lalu yang jadi masalah memang cuma preman yang berkeliaran itu, tapi menurut review nya selama kita ga ganggu mereka, mereka juga ga bakal ganggu kita kok. Untuk kebersihan dan fasilitas lain yang ada di hotel ini bisa dibilang oke punya, dengan harga cukup murah untuk ukuran SF yang merupakan salah satu kota mahal di USA. Dan setelah kami cek hotel ini adalah penginapan kami paling murah selama USA trip ini he..he..

Benar saja, walau diluar tampak menyeramkan, begitu masuk kami langsung disambut hangat oleh resepsionisnya seorang wanita muda keturunan India. Waktu itu masih jam 10 pagi, tapi kami sudah diperbolehkan check in dan masuk kamar olehnya. Alhamdulillah, jadinya kita bisa berisitirahat dan mandi dulu sebelum jalan-jalan keliling SF hari ini. Kamarnya bersih, walau kecil tapi fasilitasnya lumayan memadai buat kami. Kamar mandi ada di luar kamar dengan sistem toilet dan kamar mandi terpisah, ada 2 toilet dan 2 kamar mandi didekat kamar kami, dan kondisinya pun bersih.

Kamar di hotel Winsor.

Kecil namun bersih.

Ada TV, heater, kipas dll.

Ada westafel juga didalam kamar.

Setelah beristirahat dan makan siang di hotel, kami lalu memutuskan untuk jalan-jalan ke Golden Gate yang menjadi icon kota SF. Alasannya kenapa hari pertama langsung jalan-jalan kesana, karena cuaca siang itu bagus, langit biru cerah dan banyak yang merekomendasikan untuk ke jembatan Golden Gate ini siang hari, karena kalau pagi dan sore seringnya tertutup kabut. Kami pun lalu bertanya ke resepsionis hotel bagaimana caranya untuk menuju ke sana. Dia lalu menuliskan nomor bus yang bisa mengantarkan kami langsung ke Golden Gate dan menerangkan halte tempat menunggu bus-nya. Berdasarkan info dari dia harga tiket busnya $2.75 perorang dengan durasi 2 jam, jadi selama masih 2 jam boleh naik bus nya berulang kali.

Sesampainya di halte bus, kami sempat bertanya lagi rute ke golden gate dari seorang kakek yang ada disana, dia malah menyarankan naik muni tapi mesti ganti muni nomor lain nantinya ditengah jalan. Muni sendiri adalah sejenis tram modern yang bergerak dengan tali, tapi ada juga yang muni yang berupa bus panjang seperti transjakarta. Karena belum paham sistem muni, kami tetap menunggu bus sesuai arahan resepsionis sebelumnya. Ga lama bus-nya pun datang dan kami pun langsung naik, tapi pas bayar cukup kaget karena tiketnya $4.25 perorang. Sedangkan $2.75 perorang itu tiket untuk muni. Mahal juga ternyata.

Sayangnya sistem tiket transportasi di SF ini kurang bagus karena tiap transportasi umum yang berbeda menggunakan tiket yang berbeda pula. Sehingga tiket bus ini tidak bisa dipakai untuk naik muni. Begitu juga kartu kereta BART dari bandara tidak bisa digunakan untuk transportasi lain di kota ini. Ribet deh jadinya, mesti beli tiket berbeda kalau naik transportasi yang berbeda. Jarak dari hotel kami ke Golden Gate lumayan jauh, sekitar 1 jam perjalanan dengan bus. Untungnya naik bus ini, kami ga perlu transot ganti bus untuk sampai ke Golden Gate, tinggal duduk manis dan menikmati perjalanan, tau-tau uda sampai saja di Golden Gate yang terkenal itu.

Setibanya disana kita langsung terpesona dengan jembatan super besar ini. Warna merahnya kontras dengan langit biru saat itu. Suasana siang itu lumayan ramai oleh turis. Saat kami tiba tampak beberapa bus tur parkir di area Golden Gate. Kami lalu mulai mencari spot-spot untuk mengambil foto yang oke he..he..

Golden gate.

With u.

Kesampaian foto disini.

Ternyata Golden Gate area ini lumayan luas, sehingga kita memang mesti explore agar dapat spot yang tidak ramai oleh turis. Di beberapa titik kita bakal temui contoh tiang dan sejarah dari jembatan Golden Gate ini. Jadi kita bisa lebih mengetahui sejarah dari jembatan cantik ini. Selain itu juga ada souvenir shop disini, buat yang mau beli oleh-oleh bisa mampir di souvenir shop nya. Cukup lama kami disini, makin sore udara semakin dingin terasa.

Disini cakep juga buat foto-foto.

SF kiss.

Langit biru dan jembatan merah.

Lelakiku.

Alhamdulillah.

Enjoy.

Memang suhu di SF rada tricky karena pagi dingin, siang panas, sore ke malam makin dingin. Apalagi di area dekat laut atau pantainya. Jadi memang sebaiknya selalu sedia jaket kalau jalan-jalan di SF. Saya malah nemu satu spot yang saya suka di golden gate ini, yaitu spot yang ada bangku tamannya, kalau sepi foto-foto disini jadi cakep bener hasilnya he..he..

Favorit spot.

Bersama patung pendiri golden gate.

Puas mengitari area Golden Gate, kami lalu naik bus lagi menuju Fisherman's Wharf. Awalnya mau mampir ke Palace of Fine Arts dulu rencananya, tapi menurut info yang kami dapat dari petugas yang ada di Golden Gate untuk ke Palace of Fine Arts kami mesti naik muni, bukan bus yang kami naiki dari hotel tadi. Karena ogah rugi, uda bayar $4.25 perorang, jadinya kita skip ke Palace of Fine Arts nya dan langsung ke Fisherman's Wharf aja dengan bus yang sama. Sehingga ga perlu beli tiket baru lagi.

Setelah naik bus, ga berapa lama saya melihat bangunan Palace of Fine Arts dari kejauhan, ternyata bus kami lewat didepan bangunan cantik ini. Alhasil kami pun memutuskan untuk turun di halte terdekat dan langsung menuju Palace of Fine Arts. Wah senangnya bisa dapat ke Palace of Fine Arts juga. Saya langsung minta foto-foto di bangunan cantik yang jadi salah satu destinasi wisata favorit di SF ini.

Palace of fine arts.

Berasa di Roma.

Lumayan sepi sore itu.

Spot foto di Palace of fine arts.

Maafkan kaki orang itu he..he..

Peace.

Kami ga lama disini, karena tidak mau ketinggalan bus berikutnya. Mestinya dalam waktu 20 menit adalagi bus yang lewat dan mengantar kami ke Fisherman's Wharf. Saat bus nya datang kami pun melambaikan tangan tanda akan naik, tapi anehnya bus tidak berhenti. Kami pikir mungkin itu bukan busnya, sampai kami menunggu cukup lama dan ada muni yang berhenti di halte tempat kami duduk. Supir muni mengajak kami masuk karena tujuan akhirnya juga ke Fisherman Wharf dan dia bilang tidak ada bus yang berhenti di halte ini selain muni, bus yang berhenti cuma boleh menurunkan penumpang tapi tidak boleh menaikan penumpang di halte ini, karena ini halte muni. Buset deh, kami baru tau hal itu, pantas tadi di stop ga berhenti bus-nya. Kami lalu masuk ke muni dan terpaksa bayar tiket baru lagi $2.75 perorang.

Tapi selama kami naik muni itu, saya perhatikan orang-orang tidak ada yang bayar tiket dan supirnya pun tidak menanyakan tiket penumpang yang naik. Saya lalu berpikir jangan-jangan kita bisa naik gratis dan pura-pura bego aja nih seperti turis lainnya. Soalnya rata-rata turis yang naik muni ini, langsung naik dan duduk saja. Supir juga cuek aja ke orang-orang yang naik ataupun turun. Saya langsung bilang ke Bang Tomi buat coba naik tanpa bayar pas pulang nanti.

Sore itu, kami pun tiba di area Fisherman's Wharf. Area ini berada di pinggir pantai kota SF. Daerah ini disulap menjadi tempat wisata dengan banyaknya restoran seafood dan souvenir shop yang ada disini. Selain itu ada hal unik yang bisa menjadi tontonan kita disini yaitu, adanya gerombolan singa laut liar yang bergelimpangan di dekat pantainya. Tidak sulit mencari area yang dipenuhi singa laut ini, tinggal mengikuti petunjuk arah yang ada, kami pun sampai disana menjelang sunset. Tapi saat kami tiba, kebanyakan singa lautnya tidur dan malas-malasan. Mungkin karena sudah sore dan udara pun dingin.

Sea lion center.

Jalan menuju tempat singa laut bergelimpangan.

Itu mereka lagi malas-malasan.

Berisik lho mereka ini..bunyinya..ngoookkk...ngoookk..gitu.

Tu ada yang berdiri.

Pak Tomi.

Suami sapa sih ini.. *love..

Sunset.

Puas melihat gerombolan singa laut, kami lalu jalan kaki ke Pier 39, dari sekian banyak pier yang ada di Fisherman's Wharf, pier 39 ini yang paling terkenal. Saya juga ga tau kenapa. Saat tiba disana, memang di Pier 39 ini banyak pertokoan dan restoran. Malah ada carousel atau komidi putar juga ditengahnya. Kami sempat melihat-lihat harga barang-barang yang ada di souvenir shop Pier 39 ini. Cukup mahal jika dibandingkan dengan kota-kota yang kami kunjungi sebelumnya. Karena masih hari pertama, jadi kita belum belanja-belanja dulu, baru survei harga.

Pier 39.

JJS ke pantai & dermaga.

Komidi putar.

Resiko minta tolong sama orang lewat, fotonya acak adul..he..he..

Saatnya balik ke hotel.

Menjelang Magrib, kami lalu memutuskan untuk cabut dari sana dan balik ke hotel. Rasanya cukup puas dengan rute dan destinasi hari ini. Pas balik ke hotel kita naik muni lagi, kali ini kami naik aja tanpa bayar dan menggunakan wajah penuh keyakinan seolah-olah sudah bayar sebelumnya, toh tiket muni yang tadi masih kita simpan. Naik muni nya modal nekat dan nanya-nanya ke supirnya aja, biar ga salah rute menuju hotel. Maklum benar-benar buta peta/jalur muni hari pertama itu.

Alhasil kami turun lumayan jauh dari hotel dan jalan kaki lumayan lama agar sampai di hotel. Mana suasana makin dekat hotel makin banyak premannya lagi. Asli deg-degan sepanjang jalan dan kami pun sengaja berjalan agak cepat agar selalu dekat dengan pejalan kaki lain yang juga jalan di trotoar itu. Kebayangkan bule tinggi-tinggi dan langkahnya lebar, makanya kami jalannya jadi setengah berlari deh huaha..ha.. Demi rasa aman dan segera sampai hotel juga.

Untung aman aja walau sempat melewati gerombolan preman mabuk yang memadati trotoar dekat hotel. Alhamdulillah..rasanya lega banget pas sampai dan masuk ke hotel he..he.. Benar-benar menguras adrenalin jalan-jalan kali ini. Next, saya bakal cerita pengalaman kami ke Alcatraz, yaitu penjara paling terkenal di dunia yang ada di pulau Alcatraz tak jauh dari kota San Francisco. So terus ikuti ya, dan semoga bermanfaat. Btw teman-teman kira-kira masih punya nyali ga jalan-jalan mandiri ke SF, atau malah makin tertantang setelah baca cerita saya ini he..he..

Rabu, 02 Januari 2019

Keliling Amerika Serikat 2018 - USA Autumn Trip Day 11.

Horseshoe bend.

Ga terasa uda 11 hari saja kami menjalani USA Trip ini. Hari ini adalah hari yang saya nantikan karena hari ini kami bakal ke tempat yang sangat unik dan cantik. Tujuan utama kami ke Las Vegas memang untuk ikut paket tour ke tempat cantik ini. Jika kebanyakan orang Indonesia ikut tour ke Grand Canyon dari Las Vegas, saya memilih untuk ke tempat lain yang lebih keren menurut saya yaitu Antelope Canyon.

Saya tau tempat ini dari sebuah blog beberapa bulan sebelum berangkat dan langsung jatuh cinta setelah melihat fotonya. Berawal dari baca-baca blog akhirnya dapat info bagaimana untuk bisa kesini. Kami memesan paket tour ke Antelope Canyon ini dari tours4fun. Antelope Canyon sendiri terbagi atas 2 area yaitu Upper Antelope Canyon dan Lower Antelope Canyon. Keduanya sama-sama cantik tapi paket tour ke Lower Antelope Canyon lebih murah dan lebih menantang dari pada Upper Antelope Canyon.

Antelope Canyon.

Penulis di antelope canyon he..he..

Sandstone.

Sebagai anak muda yang fit dan suka tantangan, kami tentu memilih yang murah ke Lower Antelope Canyon he..he.. Selain faktor harga, berdasarkan info yang kami dapat, pengunjung Lower Antelope Canyon tidak seramai Upper Antelope Canyon. Karena medan untuk menuju bagian Lower memang lebih berbahaya dan curam dibanding bagian Upper. Pantas saat ikut tour ini peserta yang ke Upper Antelope Canyon kebanyakan kakek nenek dari China. Sedangkan yang ke Lower Antelope Canyon cuma kami berdua he..he.. Oke, cerita detailnya kita mulai dibawah ini ya.

Pagi itu pagi-pagi sekali kami sudah bangun dan bersiap-siap untuk check out dan menitipkan koper di luggage room hotel. Kenapa kami sudah check out, karena nanti malam kami sudah harus ke bandara lagi dan overnight di bandara. Pesawat kami ke San Francisco yang mestinya jam 10 pagi di majukan jadi berangkat subuh. Sehingga mau ga mau mesti sudah dibandara sejak dini hari, dari pada rugi bayar hotel 1 malam, jadi mending overnight di bandara aja deh. Untungnya pemberitahuan ini sudah dikirim via email jauh-jauh hari, jadi kami masih sempat mengganti bookingan hotel dari 2 malam menjadi 1 malam saja. Proses check out dan titip koper berjalan cepat dan lancar.

Jam 6 pagi tour guide akan menjemput kami di lobby Excalibur hotel. Sehingga sebelum jam 6 kami sudah stand-by di lobby hotel. Ga butuh waktu lama, tour guide yang kami tunggu sudah datang bersama minivan-nya, selain kami, ada 2 orang lain (sepasang suami istri dari Vietnam) yang ikut dijemput pagi itu dari hotel Excalibur. Selanjutnya minivan kami masih menjemput beberapa peserta tour lainnya di hotel yang berbeda. Kami kira tour ini akan langsung jalan dengan minivan yang kami tumpangi, ternyata kami salah karena minivan hanya jadi mobil penjemput saja. Sedangkan tour-nya sendiri menggunakan bus yang cukup besar he..he..

Bus yang membawa kami ke Antelope Canyon.

Supir bus sekaligus guide selama perjalanan.

Saat kami tiba didalam bus, kondisi bus sudah hampir penuh dan didominasi dengan turis asal China. Sepertinya cuma kami dan pasangan dari Vietnam yang bukan orang China he..he.. Dilihat sekilas kebanyakan peserta tour dari China ini sudah berumur alias paruh baya, tapi masih pada semangat jalan-jalan..mantap.. Dari Las Vegas bus langsung tancap gas menuju Antelope Canyon yang bakal ditempuh sekitar 5 jam. Dalam perjalanan ini kami 1 kali berhenti untuk ke toilet dan minimarket. Jadi dilarang banyak minum, biar ga beser he..he.. Kebanyakan penumpang memilih untuk tidur sepanjang perjalanan, termasuk kami berdua.

Lepas dari pemberhentian untuk ke toilet, view yang kami lihat di jendela bus sudah berbeda. Kebanyakan view-nya didominasi dengan perbukitan merah khas area gurun Amerika. Guide kami pun beberapa kali menjelaskan tempat-tempat yang kami lewati. Oya untuk ikut tour di bulan November ini, jangan sampai salah kostum kayak Bang Tomi ya, dia kira suhu udara menuju area Canyon ini bakal panas, jadinya Bang Tomi pun ga pakai jaket sama sekali, cuma kaus ber-krah doang. Jadinya kedinginan sepanjang perjalanan, karena memang dingin suhunya kalau pagi. Untung saya pakai jaket jadi hangat karena memang saya paling ga kuat dingin. Si Abang mah lebih kuat dari saya kalau urusan suhu dingin, jadinya walau dingin dia bilang gpp enak kok he..he..

Mulai memasuki daerah canyon.

Bukit merah.

Ini bagian dari taman nasional di USA.

Berasa lagi di lokasi film koboi.

Ga terasa sudah hampir 5 jam kami diatas bus dan sebentar lagi tiba di Antelope Canyon. Guide menjelaskan ada sekitar 20-an peserta tour, hampir semuanya ke Upper Antelope Canyon dan hanya 2 orang (yaitu kita berdua) yang tujuannya ke Lower Antelope Canyon he..he.. Kedua canyon ini terletak berdekatan dan kami terlebih dahulu men-drop peserta tour Upper Antelope Canyon. Baru setelahnya kami berdua diantar ke area Lower Antelope Canyon. Sebelum turun dan mengikuti tour ini, setiap peserta diminta untuk tidak membawa tas atau barang bawaan apa pun selain kamera dan handphone. Karena ini memang sudah prosedur untuk mengikuti tour ini. Alhasil semua tas dan barang bawaan ditinggal di atas bus. Kalau moneybelt masih bisa dipakai didalam baju ya teman-teman jadi bisa aman.

Tour ke Upper Antelope Canyon.

Setibanya di area tour Lower Antelope Canyon, kami diberi tiket masuk dan penjelasan singkat oleh guide kami. Bahwa nanti disini kami akan ikut tour bersama peserta lain dan bakal dipandu oleh pemandu lokal yang merupakan keturunan suku indian asli yang hidup dan tinggal disini. Masih ada waktu sekitar 10 menit sebelum tour kami ke Lower Antelope Canyon dimulai jadinya kita foto-foto dulu di area ini.

Peta Antelope Canyon.

Patung suku indian yang menempati wilayah ini.

Meeting point untuk Lower Antelope Canyon.

Ada kafe juga disini.

Setelah 10 menit berlalu kami pun berkumpul dengan peserta tour lainnya di area pintu masuk. Disini kami dibagi atas beberapa kelompok yang terdiri dari 12-14 orang dan memulai tour Lower Antelope Canyon. Perjalanan dimulai dengan berjalan kaki ke mulut lembah Antelope. Kami semua semangat dan berjalan mengikuti tour guide kami yang masih muda dan lumayan cakep ini sambil mendengar penjelasannya mengenai Antelope Canyon he..he..

Setibanya di mulut lembah, kita harus menuruni tangga yang cukup curam. Disini kita mesti sangat hati-hati agar tidak terpeleset dan jatuh. Pantes banyak yang memilih bagian Upper karena bagian Lower memang lebih berbahaya dan curam untuk masuk ke lembahnya. Baru masuk saja kita langsung terkesima dengan tempat ini. Sungguh unik dan cantik, dinding lembah bagai dilukis dengan kuas berwarna orange. Saya pikir dinding yang terbentuk dari tanah ini bakal rapuh, ternyata setelah dipegang malah keras seperti batu. Pantas sekali tempat ini dinobatkan sebagai salah satu dari 7 keajaiban alam di dunia.

Tangga menuju Lower Antelope Canyon.

Mulut gua memasuki lembah antelope canyon.

Kami lalu diajak memasuki lembah dan menyusuri setiap jengkal Lower Antelope Canyon ini. Beberapa kali tour guide kami berhenti dan menjelaskan spot-spot menarik yang bisa kami lihat disini. Ada sandstone yang berbentuk seperti kepala singa, kepala ikan hiu dan lain sebagainya. Kami juga diberi kesempatan untuk berfoto di spot-spot andalan yang cantik dengan latar yang super duper keren.

Menyusuri lorong lembah yang sempit.

Sandstone menyerupai kepala singa.
Hati-hati kejedot.

Fotografer andalan.

Ini cuma pakai kamera HP lho.

Cakep bener.
Our moment.

Kepala hiu yang lagi senyum he..he..

Kami bersyukur karena tour disini diatur sedemikian rupa sehingga group-group kecil yang ikut tour ini tidak dibiarkan menumpuk pada 1 tempat, sehingga setiap peserta tour bisa leluasa mengambil foto ataupun mengeksplore Lower Antelope Canyon. Jadi ada jarak antara group 1 dengan group lainnya. Dan syukurnya lagi cuaca hari itu cerah dan sangat mendukung perjalanan kami. Oiya ada tips untuk ke Antelope Canyon ini kamera mesti di setting pada ISO 200 dan WB 6500k agar menghasilkan gambar yang oke punya.

Ini baru dengan camera mirorless.

Love u more.

Foto-foto berdua difotoin sama tour guide nya.


Ga nyangka bisa sampai sini.

Traveler.

Stop..foto dulu kata Bang Tomi he.he..

Tanah disini kaya mineral.

Kayak wajah cewek.

Super husband.

Tour Lower Antelope Canyon ini berlangsung sekitar 45-60 menit tapi sungguh tidak terasa karena kami sangat menikmati pemandangan yang ada. Setelah tour usai, jangan lupa memberi tips ke tour guide yang tadi sudah setia memandu kita. Kami juga tak lupa foto bareng dengan si tour guide ganteng ini he..he..

Mencari celah.
Proses keluar juga licin dan mesti hati-hati.

Di bagian atas Antelope Canyon.

Happy.

Si guide kami yang ganteng he..he..

Si Abang juga happy.

Foto-foto dulu disini katanya.

We did it.

Selesai mengikuti tour Lower Antelope Canyon kami kemudian dijemput lagi oleh tour guide pertama kami yaitu si supir bus keturunan China he..he.. Dari Antelope Canyon kami lalu diajak ke area restoran untuk makan siang. Kita bisa memilih ingin makan siang apa disini. Ada chinese food dan ada juga fast food seperti burger king dan sejenisnya.

Bye, lower antelope canyon.

Setelah makan siang perjalanan dilanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Horseshoe Bend. Yaitu lembah yang berbentuk seperti tapal kuda. Untuk mencapai destinasi ini, kami mesti jalan kaki lumayan jauh dari tempat pemberhentian bus. Saat menuju kesana sih enak karena jalanannya menuruni bukit, jadi ga berasa capek. Tapi pas baliknya lumayan bikin gempor dan ngos-ngosan karena mesti menaiki bukit dengan jarak cukup jauh ha..ha..

Pas ke Horseshoe Bend jalanannya menurun.

Masih jauh kesananya lagi.

Masih semangat he..he..

Pas tiba di Horseshoe Bend kami melihat sudah banyak turis yang berada disana. Kami pun langsung mencari spot untuk foto-foto keren. Tapi mesti hati-hati selama berada disini, karena lembah ini tidak diberi pembatas apa pun, jika tidak berhati-hati kita bisa saja jatuh ke lembah yang dalam ini.

Horseshoe bend.

Hati-hati jatuh buk.

Kapan lagi bisa foto dengan latar seperti ini.

MasyaAllah..

Alhamdulillah..

Dance with me.

Jempol dari bang Tomi.

Gayamu Pak..he..he..

Selama disini kami beberapa kalo berjumpa dengan peserta tour yang satu bus dengan kami. Termasuk dengan pasangan dari Vietnam itu, kami malah saling mem-fotokan saat berada di Horseshoe Bend. Cuaca siang itu cukup terik. Orang-orang sih sudah pakai baju mini semua, saya aja yang masih betah pakai jaket. Tapi jaket itu ga bertahan lama, karena saat perjalanan balik ke parkiran bus saya keringatan karna jalan nanjak bukit dan alhasil jaketnya dilepas juga ha..ha..

Difotoin pasangan dari Vietnam.

Ngeri-ngeri sedap.

Cool.

Ramai juga turis siang itu.

Jaket dilepas karena kepanasan ha..ha..

Setelah puas menikmati pemandangan Horseshoe Bend bus tour kami pun kembali ke Las Vegas. Perjalanan pulang ini cukup jauh dan memakan waktu 5 jam perjalanan. Kebanyakan dari kami pun tidur sepanjang perjalanan pulang ini karena kecapean. Sekitar jam 8 malam kami tiba kembali ke Las Vegas dan diantar ke hotel masing-masing.

Melewati ini saat balik ke Las Vegas.

View saat pulang.

Sunset.

Setibanya di hotel kami lalu mengambil koper di lugage room dan mencari halte bus menuju bandara Las Vegas (LAS). Ternyata halte untuk menunggu bus umum ke bandara letaknya didepan hotel Tropicana yang persis berhadapan dengan Excalibur Hotel. Bus umum yang kami tunggu adalah bus WAX, tarifnya cuma $2 perorang dan langsung mengantar kita menuju bandara LAS. Ada kejadian yang rada seram pas nunggu bus di halte ini, yaitu ada seorang gelandangan yang ganggu kami. Tapi kita pura-pura ga dengar dan ga ngerti aja. Lagian halte kondisinya cukup ramai jadinya kalau terjadi apa-apa pasti banyak yang nolongin *positive thingking.

Cukup lama kami menunggu bus WAX ini, saya dan beberapa penumpang lain sudah gelisah saking lamanya kami menunggu. Apalagi ada 1 gelandangan yang nongkrong juga di halte bareng kami. Tapi untungnya malah bus si gelandangan yang datang duluan, jadi dia pergi naik bus itu. Kita rada aneh juga di Amrik ini gelandangan boleh naik bus umum lho, dan ga dilarang sama supirnya. Ga tau deh mereka bayar pa ga.

Setelah cukup lama barulah bus WAX nya datang. Kami pun naik dan ga lama tiba di LAS. Kami diantar ke terminal sesuai pesawat kami yaitu Alaska Air. Disini kami pun mencari tempat untuk istirahat dan menunggu counter check in buka dini hari nanti. Hari yang melelahkan tapi juga paling berkesan sepanjang trip ini. Karena Alhamdulillah top list saya ke USA ini terpenuhi yaitu mengunjungi Antelope Canyon. Next saya bakal cerita perjalanan kami di kota berikutnya yaitu San Francisco. Terus ikuti dan semoga bermanfaat..😉😊

Pengalaman Hunting Aurora Yang Sangat Berkesan di Tromso Untuk Kedua Kalinya.

  Hai Miss Aurora. Kalian uda baca pengalaman hunting aurora saya pertama kalinya di Tromso belum? Kalau belum silakan baca disini ya. Soal...