 |
Puncak Mt. Moiwa. |
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 1.5 jam dengan pesawat ANA Aiways, akhirnya kami tiba di bandara New Chitose Sapporo sekitar jam 8 pagi. Kami langsung mengambil bagasi dan keluar bandara. New Chitose Airport ini letaknya cukup jauh dari pusat kota Sapporo, kita bisa menggunakan bus, kereta api atau taxi dari bandara ini ke pusat kots Sapporo. Kami memilih naik airport bus dari bandara ke pusat kota. Alasannya karna jika naik bus kami tidak perlu transit, cukup naik 1 kali airport bus, kami bisa langsung tiba di area hotel tempat kami menginap. Namun jika naik kereta tidak bisa langsung karna mesti transit dulu di stasiun Sapporo dan pindah dari kereta bandara ke kereta dalam kota. Jadi lebih ribet naik kereta karna kita bawa koper cukup besar.
Dan ternyata naik airport bus pun sistemnya lebih mudah, tinggal cari counter penjualan tiket bus nya yang terletak tidak jauh dari pintu kedatangan bandara. Nanti kita bisa beli tiket bus nya di sana dan akan dibantu kok proses pembelian tiketnya. Harga tiketnya ¥1300 per orang, bisa bayar pakai uang cash ataupun pake kartu kredit. Tiket bus nya seperti kertas kecil gitu. Setelah tiket didapat petugas ini nanti memberitahu dimana lokasi tempat tunggi bus nya. Ternyata halte bus nya juga dekat dari counter penjualan tiket ini. Kita tinggal tunggu di sana. 5 menit sebelum bus nya datang bakal ada staf/petugas yang datang untuk mengatur koper-koper kita. Salah satu kelebihan naik airport limosine bus ini adalah koper-koper kita mereka yang atur dan angkat ke dalam bagasi bus. Jadi kita cukup masuk bus tanpa perlu repot-repot ngurusin koper ketika bus nya datang.
 |
Pas lagi nunggu bus bandara nya datang. |
 |
Ini tiket bus nya. |
Perjalanan kami dari New Chitose Airport ke tengah kota Sapporo dengan airport bus ini memakan waktu kurang lebih 1.5 jam. Pemandangan sepanjang perjalanan dari bandara ini adalah jalanan dengan salju yang menumpuk. Putih dimana-mana. Saya yang masih kelelahan ga kuat menahan kantuk, malah ketiduran sepanjang perjalanan. Sekitar jam 10 pagi kami tiba di halte bus Susukino, Sapporo. Hotel tempat kita menginap selama di Sapporo ini memang saya pilih di area Susukino, karna lokasinya yang strategis, banyak tempat makan dan belanja, harganya juga masih masuk range kita. Nama hotelnya OMO3 Sapporo Susukino by Hoshino Resort. Dari halte bus bandara ini kami tinggal jalan kaki menuju hotel OMO3.
 |
View perjalanan dari Bandara ke tengah kota Sapporo. |
Karna masih pagi, suasana di Susukino masih terasa sepi. Toko-toko ada yang baru buka dan ada yang masih tutup. Area Susukino memang lebih meriah di malam hari layaknya Times Square di New York. Kami jalan menuju ke hotel sambil menggeret koper, kita juga sempat melihat Susukino Ice Festival saat jalan kaki menuju hotel ini. Yup kami datang disaat yang tepat ke Sapporo yaitu saat dimana snow festival diadakan di beberapa tempat di Sapporo, salah satunya di dekat hotel kami yaitu di Susukino.
 |
Suasana Susukino pagi itu. |
Jalan kaki sekitar 10 menit akhirnya tiba juga kami di hotel OMO3, karna masih pagi dan belum bisa check in, kami cuma menitipkan koper ke pihak hotel. Lalu kembali jalan keluar mencari tempat makan. Kami memutuskan makan di Yoshinoya yang kebetulan tadi sempat kami lewati saat menuju hotel. Menu kali ini enak banget dan jadi menu favorit gw. Kami berdua memang kelaperan karna dari awal berangkat dari Tokyo sampai tiba di Sapporo belum makan apa-apa. Cuma dikasi minum doang diatas pesawat he..he.. Mana udara dingin banget yang membuat tubuh butuh kalori agar tetap bisa menghangatkan badan. Makanya kita cari yang paling gampang ditemukan untuk makan pagi itu. Btw sistem Yoshinoya di Susukino ini malah berbeda dari Yoshinoya yang ada di Tokyo, di sini makanannya diantar ke meja kita, sedangkan di Tokyo kita mesti ambil sendiri ke counternya.
 |
Mari makan. |
Setelah kenyang kami semangat memulai hari ini. Dalam itinerary saya ada 3 tempat yang bakal kita tuju hari ini. Yang pertama adalah naik cable car menuju puncak Mt. Moiwa. Dari Susukino kita tinggal naik tram menuju stasiun cable car nya. Untuk tiket tram nya sekitar ¥230 per orang. Tiket tram bisa dibeli diatas tram nya langsung. Btw tidak usah khawatir jika kita tidak punya koin receh, sistem pembayaran dalam transportasi di Jepang sudah sangat canggih, didalam bus/tram terdapat mesin penukaran uang kertas jadi koin. Sehingga kalau koin receh kita tidak cukup, silakan tukar dulu uang kertasnya menjadi koin, lalu bayar dengan koin.
 |
Saat di dalam tram menuju Mt. Moiwa Ropeway. |
Sepanjang perjalanan dengan tram ini lagi-lagi kita dimanjakan dengan suasana winter wonderland yang ada di Sapporo. Dimana di pinggir jalan akan ada salju yang menumpuk, pohon-pohon berwarna putih tertutup salju dan tumpukan salju diatas atap bangunan. Sekitar 45 menit perjalanan kami tiba di stasiun tram Ropeway Iriguchi. Turun di stasiun ini lalu jalan kaki sekitar 10 menit ke Mt. Moiwa Ropeway Entrance (stasiun ropeway/cable car nya). Beberapa kali kami berhenti untuk mengambil foto saat perjalanan ke stasiun ropeway ini. Karna viewnya memang bagus dan sayang kalau tidak diabadikan.
 |
Nemu pohon ini, mirip bunga sakura. |
 |
Viewnya bagus. |
 |
Ga sengaja nemu gereja. |
 |
Langsung jatuh cinta sama Sapporo sejak hari pertama. |
 |
Next trip mesti ajak suami ke sini. |
Sesampainya di stasiun ropeway Mt. Moiwa, kami langsung menukarkan tiket online yang sudah kami beli sebelumnya menjadi tiket fisik. Jadi sebelum berangkat ada beberapa tiket wisata yang sudah saya beli online. Salah satunya tiket cable car/ropeway ke Mt. Moiwa ini. Saya belinya di
Klook. Harga tiketnya sekitar 200ribuan/orang dan kita uda bisa naik cable car nya pulang pergi ke puncak Mt. Moiwa. Bagusnya tiket online yang saya beli ini sifatnya open tiket dengan jangka waktu 1 minggu dari tanggal yang saya pilih. Jadi jika cuaca kurang baik seperti ada badai salju dan cable car/ropeway nya tidak jalan di tanggal yang kita pilih maka kita masih bisa menggunakan tiketnya esok hari atau hari-hari berikutnya dalam waktu 1 minggu ke depan. Untungnya hari pertama kami tiba di Sapporo cuaca cerah dan langit biru karna itu saya langsung memutuskan agar kita langsung ke puncak Mt. Moiwa hari ini.
 |
Stasiun bawah Mt. Moiwa Ropeway. |
 |
Mari kita masuk. |
Saat menukarkan tiket, kita cukup scan barcode voucher tiket online yang kita punya dari hp ke mesin yang ada pada petugasnya. Nanti petugas akan mencetak tiket cable car kita. Setelah dapat tiket kita tinggal antri menunggu cable car/ropeway nya datang. Jika mau beli tiketnya on the spot juga bisa. Karna cuaca cerah siang itu cukup ramai orang yang berkunjung ke Mt. Moiwa ini. Begitu pintu dibuka dan kita dipersilakan naik ke Ropeway nya saya menyarankan teman-teman untik langsung pilih jendela yang menghadap ke bawah. Karna viewnya lebih cantik dari sini. Karna sepanjang perjalanan kita bisa melihat view kota Sapporo dan salju yang menutupi jalur Ropeway ini.
 |
Tiket Mt. Moiwa Ropeway. |
 |
Pemandangan dari cable car / ropeway. |
 |
Itu bangunan putih adalah pagoda. |
 |
Bisa pilih berdiri di spot ini ya biar dapat best view. |
Perjalanan ropeway ke puncak Mt. Moiwa ini menggunakan 2 cable car. Jadi nanti ditengah perjalanan kita turun dari ropeway pertama dan naik lagi ke ropeway/cable car kedua menuju observation deck/puncak Mt. Moiwa. Sayangnya saya berada diposisi yang tidak pas saat di cable car kedua sehingga tidak bisa melihat view terbaik. Ropeway kedua tidak terlalu lama kita naiki, tiba-tiba uda sampai aja di stasiun puncak Mt. Moiwa.
 |
View dari ropeway kedua. |
 |
Itu diujung stasiun nya. |
Asli saya suka sekali pemandangan di puncak Mt. Moiwa ini. Kita bisa melihat deretan pegunungan yang mengelilingi kota Sapporo dari sini. Lalu kita juga bisa menikmati salju yang menumpuk cukup tinggi. Bisa main salju sepuasnya di sini. Mana saljunya juga super duper lembut. Selain pemandangan pegunungan, kita juga bisa melihat view kota Sapporo 360 derajat dari sini. Benar-benar bagus dan saya rekomendasikan teman-teman yang mau ke Sapporo untuk jangan skip tempat ini.
 |
Main salju di sini. |
 |
Seru banget. |
 |
Pemandangan dari puncak Mt. Moiwa. |
 |
Sapporo dari Puncak Mt. Moiwa. |
 |
Kita main salju dulu guys. |
 |
Saljunya lembut dan tebal banget. |
 |
Kalo ga mau naik ropeway bisa hiking ke sini ini jalur untuk hiking. |
 |
Saljunya tebal banget. |
Kita menghabiskan waktu cukup lama di puncak Mt. Moiwa ini. Karna asyik main salju dan menikmati pemandangannya. Itinerary kami berikutnya adalah ke Sapporo Fushimi Inari Shrine. Menurut google map letaknya tidak jauh dari stasiun ropeway di bawah tadi. Untungnya modem
Javamifi yang saya bawa dalam perjalanan ini benar-benar bagus sinyalnya, walau kami sedang di puncak gunung Mt. Moiwa sekalipun sinyalnya tetap kencang dan stabil. Sehingga saya men-cek google map tanpa terkendala. Jadi selama di Jepang google map benar-benar terpakai, selain melihat arah lokasi yang dituju, kita juga bisa men-cek jadwal kereta atau transportasi umum selama di Jepang pake google map.
 |
Sinyal Javamifi tetap kencang n stabil walau sedang di puncak Mt. Moiwa. |
 |
Happy me. |
 |
Winter wonderland. |
Setelah puas menikmati puncak Mt. Moiwa, kami lalu turun menggunakan ropeway lagi dan jalan kaki menuju Sapporo Fushimi Inari Shrine. Jalan kaki sekitar 15 menit kita tiba di Fushimi Inari Shrine yang ada di Sapporo ini. Jika teman-teman taunya Fushimi Inari hanya ada di Kyoto, itu salah besar karna Fushimi Inari ini ada banyak tersebar di Jepang, salah satunya di Sapporo ini.
 |
Saat perjalanan turun dengan ropeway. |
 |
Rute perjalanan ke Fushimi Inari. |
 |
Lagi menyemangati uul buat jalan he..he.. |
 |
View jalanan di Sapporo. |
Saat kami datang tidak ramai orang berada di sini. Hanya ada beberapa turis yang datang dan berfoto. Asli saya lebih suka suasana di Fushimi Inari Sapporo ini karna lebih cantik dan lebih sepi. Bayangin viewnya kita melihat deretan gerbang Fushimi Inari berwarna merah yang diselimuti salju berwarna putih. Rasanya tidak salah memasukkan tempat ini dalam itinerary winter ke Sapporo. Suasana yang kita rasakan jauh lebih damai dan hikmad selama di sini, dibanding di Fushimi Inari yang ada di Kyoto. Viewnya juga jauh lebih indah.
 |
Cantik dan kontras warnanya. |
 |
Yuk kita jalan ke sini ul. |
 |
Jangan lupa foto-foto juga. |
 |
Lebih suka Fushimi Inari di sini daripada di Kyoto yg terlalu ramai. |
 |
Gimana menurut kalian? |
Setelah puas menikmati Fushimi Inari, kami berniat melanjutkan perjalanan dengan bus ke Shiroi Koibito Park yaitu sebuah tempat wisata yang dibangun oleh pabrik coklat terbesar di Sapporo. Berdasarkan google map kami bisa naik bus ke sana dari Fushimi Inari ini. Tapi ternyata kami salah naik bus sehingga kami terpaksa turun di tengah jalan di tempat yang kami sama sekali tidak tau dimana. Asli kami kebingungan karna halte bus nya tidak terlihat jelas (penanda halte busnya kecil) beberapa kali kami mesti bertanya ke orang-orang yang lewat karna tersesat. Hari mulai gelap, kami akhirnya menunggu bus di halte bus terdekat tapi bus tidak kunjung datang.
Antara kedinginan dan kelelahan kami sempat ragu mau meneruskan ke Shiroi Koibito Park atau tidak. Saat mulai ragu, tiba-tiba bus nya datang kami pun naik dan ternyata halte terakhir bus ini adalah stasiun subway. Kami masih bisa melanjutkan perjalanan ke Shiroi Koibito Park ini naik subway. Jadinya kita tetap lanjut ke sana. Kenapa saya tetap ke sana walau hari sudah gelap, karna memang niatnya ke sana saat gelap sebab mau menikmati dekorasi lampu natal yang cantik di sana. Saat kami sampai, benar saja hiasan dekorasi lampu natal di Shiroi Kobito Park ini bagus banget. Kami tiba sekitar jam 18.30 malam. Cuma punya waktu 30 menit karna jam 19.00 tempat ini tutup.
 |
Shiroi Kobito Park. |
 |
Pabrik coklat tercantik di Sapporo. |
 |
Dekorasi lampu natalnya bagus banget. |
 |
Alhamdulillah, bisa juga ke sini setelah drama salah naik bus dan tersesat. |
 |
Aslinya ini theme park lho guys. |
Saat sampai di sana, uul langsung masuk ke toko coklatnya. Sedangkan saya asyik mengabadikan dekorasi lampu-lampu natal yang ada di luar. Ketika asyik diluar ga lama salju turun. Suasana makin indah tapi dinginnya luar biasa. Ketika saya masuk ke toko coklatnya mereka sedang bersiap untuk tutup. Uul ternyata sudah belanja beberapa kue dan coklat. Karna tempat ini mau tutup kami pun bersiap untuk balik ke hotel. Saat keluar dari pabrik dan toko coklat ini kami disambut hujan salju, this is our first snow fall at Sapporo. Exiciting pastinya saat itu karna pertama kali melihat hujan salju di sini.
 |
Bagian dalam toko coklatnya. |
 |
Hujan salju pertama di Hokkaido. |
 |
Frozen. |
.jpg) |
Ini gerbang masuk ke Shiroi Kobito Park. |
Tapi karna uda kedinginan dan kelaperan, kami ga lama-lama menikmati hujan salju ini, langsung jalan kaki menuju stasiun subway dan naik subway ke Susukino tempat hotel kami berada. Sesampainya di Susukino kami baru merasakan keramaian area ini. Orang-orang berlalu lalang dan mengabadikan hujan salju di Susukino malam itu. Kami tidak terlalu peduli karna pengen segera tiba di hotel dan terhindar dari hujan salju ini. Sesampainya di hotel kami disambut hangat oleh staf nya. Proses check in berlangsung cepat, kami lalu dipersilan mengambil baju tidur dan perlengkapan mandi yang sudah tersedia di rak-rak lobby hotel ini.
 |
Baju tidur dari hotel. |
 |
Perlengkapan mandi, body care dan skin care. |
Nah ini senangnya kalau menginap di hotel di Jepang, mereka menyediakan baju tidur dan perlengkapan mandi super lengkap yang bisa kita ambil sesuai kebutuhan. Bukan cuma body care kayak sabun dan shampo, tapi mereka juga menyediakan skin care. Mantap ga tuh. Btw berikut kamar kami di hotel OMO 3 Sapporo.
 |
Kamar kami di hotel OMO3 Susukino. |
 |
Cukup luas kan kamarnya. |
 |
Toiletnya juga oke. |
 |
Kamar mandi & shower room nya juga lega untuk ukuran Jepang. |
Kamarnya cukup besar untuk ukuran hotel di Jepang. Kami bisa membuka 2 koper besar ini. Saya pesan hotel ini langsung dari website mereka karna setelah saya bandingkan harga pesan langsung ke website mereka jauh lebih murah daripada pesan melalui booking.com atau agoda. Malam itu kami langsung masak nasi dan mengeluarkan stok rendang dan dendeng yang memang sudah kita bawa dari Indo. Tak lupa sambal dan orek tempe nya juga. Intinya setelah mandi n beres-beres kita makan nasi + rendang malam itu he..he.. Perut kenyang dan hangat baru kita tidur pulas karna kecapean he..he.. Next saya bakal cerita perjalanan kami hari berikutnya di Sapporo. Kejutan apalagi yang bakal kita temui he..he.. Terus ikuti cerita perjalanan ini ya. Jangan lupa follow juga Instagram saya di
@chi2min untuk dapat tips & trik seputar travelling lainnya. Semoga bermanfaat..🤗