Visa schengen bisa diajukan paling awal 3 bulan sebelum keberangkatan dan paling telat 2 minggu sebelum keberangkatan. Untuk pengurusan visa schengen, kedutaan Perancis telah bekerjasama dengan TLScontact. Jadi kita apply visanya melalui kantor TLScontact. Untuk syarat dan ketentuan apply visa schengen bisa dilihat di website resmi
www.tlscontact.com. Saya disini akan bercerita pengalaman saya dalam mempersiapkan syarat-syarat dokumen pengajuan visa serta proses pengajuan visanya.
Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bagi yang berminat keliling eropa apply visanya mesti di kedutaan negara dimana paling lama kamu tinggal. Misalnya kamu berniat 3 hari di Perancis, 1 hari di Belgia, 5 hari di Belanda, berarti apply visanya di kedutaan Belanda. Kecuali ada alasan atau pertimbangan lain. Seperti saya apply di kedutaan Perancis karena suami saya bekerja di perusahaan Perancis jadi ada harapan lebih gampang diapprove_nya, walaupun Perancis bukan negara paling lama yg saya tinggali selama di Eropa. Oleh karena itu saat apply visa saya mengubah itinerary agar terlihat Perancis sebagai negara yang paling lama saya singgahi.
Saat kita mengajukan visa schengen ke TLScontact, kita perlu membuat janji temu penyerahan dokumen melalui website mereka. Ikuti saja step by step yang ada, mulai dari pembuatan akun, registrasi data (tahap ini kita sudah mesti tau, tanggal pergi & pulang, alamat hotel di Perancis, dll) dan memilih slot waktu yang tersedia untuk janji temu penyerahan dokumen visa. Saya menyarankan pilih jam pagi hari untuk janji temu, agar jika ada dokumen yang kurang bisa langsung dilengkapi hari itu juga. Menurut saya jika sudah tau tanggal keberangkatan dan pulang, serta hotel atau alamat di Perancis, sudah bisa membuat janji temu. Kalau pun ada perbedaan informasi misalnya perbedaan tanggal berangkat atau lama stay di Eropa saat registrasi online maupun saat penyerahan form aplikasi visa, tidak terlalu masalah. Pihak TLS dan kedutaan lebih mengacu pada form aplikasi visa yang kita isi saat penyerahan dokumen. Itu terjadi pada saya, dan tidak menjadi masalah.
Oya saat saya registrasi untuk membuat janji temu di bulan Januari lalu banyak slot yang kosong, malah masih ada slot untuk keesokan harinya. Tapi karena suami masih diluar kota dan beberapa dokumen masih dalam proses (dokumen dari bank & kantor suami) jadi saya ambil aman memilih slot 2 minggu berikutnya. Sehingga masih punya waktu yang cukup untuk mempersiapkan dokumen dan persyaratan yang ada. Setelah menentukan waktu janji temu, kita akan mendapatkan konfirmasi jadwal pertemuan, print konfirmasi tersebut untuk dibawa saat janji temu penyerahan dokumen visa.
Berikut apa-apa saja dokumen yang saya persiapkan untuk apply visa schengen (syarat visa schengen) :
1. Mendownload Form aplikasi visa dari website TLScontact.
Di Print lalu diiisi dengan tangan. Untuk yg berencana jalan-jalan pilih formulir aplikasi visa Schengen untuk jangka pendek dalam bahasa Inggris.
2. Pas foto berwarna latar belakang putih terbaru ukuran 3.5cm x 4.5cm sebanyak 2 buah, dengan komposisi wajah terlihat jelas 70-80% dari keseluruhan foto.
Untuk hal ini saya dan suami foto di rumah aja pake kamera sendiri, latarnya dinding rumah putih. Nanti hasil foto ini dibawa aja ke studio foto untuk dicetak, rata-rata studio foto di Jakarta sudah tau dan punya program khusus mencetak pas foto untuk visa. Jadi saat datang akan ditanya pas foto untuk visa apa, lalu nanti mereka yang edit agar sesuai dengan syarat visanya. Biasanya sudah tersedia contoh pas foto untuk visa di sana, gampangkan ga perlu foto di studio lagi, jadi bisa lebih hemat he..he.. Btw buat yg mau hemat lagi cuci cetak sendiri di rumah, tapi buat saya ribet & ada resiko ga sesuai dengan ketentuan visa. Dibawah ini contoh foto untuk visa schengen.

Saya waktu itu cuci cetaknya di studio foto Plaza Semanggi lantai LG. Sempat nanya juga di Kalibata City dan Kalibata Plaza semuanya bisa dan sudah punya program dan contoh fotonya. Bagi yang berjilbab, foto boleh tidak terlihat telinga asal wajah kelihatan jelas mulai dari dahi sampai dagu. Saya berjilbab dan foto yg saya berikan tidak terlihat telinga ataupun leher.
3. Tiket Pulang Pergi (fotocopy).
Cukup berikan fotocopy bookingan tiketnya saja, jangan beli dulu tiketnya tar berabe kalo visanya ga diapprove. Kecuali mau ambil resiko & dapat tiket murah banget. Saya waktu itu booking tiket di salah satu agen tiket di Kalibata City. Ga pake bayar, nanti dikasi bukti bookingan tiket. Dari awal sih saya jujur bilang bookingan tiketnya digunakan untuk apply visa dulu, Alhamdulillah mbaknya mau bantu.
4. Asuransi perjalanan (asli & fotocopy).
Saya pakai asuransi ACA. Saya datang langsung ke kantor ACA jalan Bangka Jaksel, cukup tunggu setengah jam polisnya jadi. Sebenarnya bisa juga by phone, nanti polisnya diantar ke alamat kantor atau rumah kita. Asuransi mesti sesuai dengan berapa hari perjalanan kita, mulai dari berangkat sampai pulang ke tanah air. Saya waktu itu bayar kurang lebih 900ribu per orang untuk asuransi selama 20 perjalanan di Eropa.
Saya termasuk orang yang banyak pertanyaan mengenai asuransi mulai dari kecopetan, kehilangan bagasi ataupun delay pesawat, tapi karena itu saya tau kalau asuransi tidak mengcover delay pesawat yang terjadi di Indonesia. Jadi kalau seandainya kita berangkat dari bandara Soetta menuju Eropa dan pesawat delay atau gagal terbang, itu tidak dicover oleh asuransi. Beda halnya kalau kita berangkat dari Singapura atau Kuala Lumpur, jika terjadi delay itu bisa diklaim ke asuransi kerugiannya karena dianggap sudah di luar negeri. Karena saya berniat berangkat dari Singapura tentu ini menjadi suatu keuntungan he..he..(Alhamdulillah ga delay kok).
Ini penting buat ditanyakan terutama untuk penerbangan jauh, kadang ada saja kendalanya. Saya sendiri pernah mengalami tidak jadi terbang ke Auckland dari Singapura karena ada kerusakan pesawat, 3 kali gagal take off. Akhirnya saya dan penumpang lainnya diinapkan semalam disalah satu hotel di Singapura. Buat yang waktunya sempit dan sudah terencana tentu ini merupakan suatu kerugian. Jika mengalami kecopetan atau kehilangan agar bisa diklaim ke asuransi mesti menyertakan surat keterangan dari pihak kepolisian setempat. Nanti proses klaim dilakukan saat tiba di Indonesia. Saya sendiri Alhamdulillah tidak mengalami hal-hal yang mesti diklaim ke asuransi, semoga teman-teman yang mau berangat pun demikian. Dengan asuransi ACA jika seandainya visa tidak diapprove, kita bisa minta uang asuransi kita kembali sebesar 75% nya (kalau tidak salah). Untuk detailnya bisa tanya langsung ke pihak asuransinya. Selain ACA, kita bisa bikin asuransi perjalanan di AXA atau lainnya bisa cek di TLScontact.
5. Bukti bookingan hotel atau surat undangan resmi yang ditanda tangani oleh Walikota setempat (asli & fotocopy).
Karena ga pakai surat undangan jadi saya ga bisa kasi info mengenai hal ini. Biasanya yang pakai surat undangan kalau tinggal lama di Rumah saudara/teman selama di Eropa. Untuk yang tidak memakai surat undangan seperti saya, kedutaan Perancis mewajibkan kita untuk melampirkan semua bukti bookingan hotel kita selama di Eropa. Cukup booking melalui booking.com pilih hotel/hostel yang free cancelation & pay later dengan modal kartu kredit saja. Nanti kalau visanya tidak diapprove atau mau ganti hotel, bisa dicancel tanpa kena biaya apapun sebelum waktu yang ditentukan. Biasanya free cancelation 2-4 hari sebelum waktu kedatangan, jadi cukup aman.
Saya punya pengalaman menarik terkait hal ini, jadi saat menyusun itinerary saya banyak memakai bus malam ataupun kereta malam untuk transportasi selama di Eropa. Jadi ada beberapa malam saya yang tidak menginap di hotel karena posisinya saya ada dalam perjalanan antar kota ataupun negara. Ketika memasukkan dokumen syarat visa di kantor TLS hal ini menjadi masalah, karena ada beberapa malam yang dianggap miss(hilang) oleh mereka. Mereka mewajibkan setiap malamnya kita mesti jelas sedang berada dimana (kota & negara apa), dan itu dibuktikan dengan bookingan hotel. Terpaksalah mesti booking hotel lagi untuk mengcover beberapa malam yang hilang tersebut, alhasil itineray yang saya buat, tidak jadi dimasukkan ke dokumen pengajuan visa karena perubahan tersebut. Untung hal itu tidak diwajibkan, jadi tidak masalah kalau itineray tidak dimasukan dalam dokumen pengajuan visa.
Dan bersyukur juga mbak-mbak TLS nya baik hati mau membantu serta menunggu kami melengkapi dokumen yang kurang ini. Mbaknya kasi tau ada tempat print terdekat yaitu didekat kedutaan Belanda ada mobil yang menyediakan jasa komputer, internet serta printer. Hujan-hujan saya dan suami kesana, buat bikin bookingan hotel yang kurang. Waktu itu saya bikin janji temu penyerahan dokumen di TLS jam 9 Pagi, Alhamdulillah sepi jadi mbak-nya tidak keberatan menunggu saya melengkapi bookingan hotel tersebut maximal sampai jam 11 siang (hari Jumat). Sebelum jam 11 siang saya sudah melengkapi dokumen ini, jadi bisa langsung dimasukkan aplikasi pengajuan visanya hari itu juga.
6. Bukti keuangan (Bukti Rekening 3 bulan terakhir dan surat rekomendasi dari Bank).
Diwajibkan menyertakan bukti rekening bank atas nama pribadi 3 bulan terakhir. Bisa diminta ke Bank masing-masing. Untuk surat rekomendasi bank tidak wajib, tapi kalau disertakan akan memberikan nilai plus. Surat rekomendasi bank bisa diminta langsung ke Bank masing-masing dengan membawa buku tabungan, slip deposito, dan KTP. Untuk suami istri dengan satu rekening bersama bisa menyertakan Kartu Keluarga dan buku nikah untuk membuat 2 surat rekomendasi bank atas nama masing-masing. Pengalaman saya di BNI untuk membuat surat rekomendasi Bank kita diminta untuk membuat surat permohonan dulu, contoh formatnya bisa diminta langsung dibagian CS. Biaya surat rekomendasi Bank di BNI sebesar 150-200ribu rupiah per-lembar (ada perbedaan biaya antar kantor cabang/pusat). Saya ga jadi bikin di BNI karena biayanya mahal he..he.. Saya bikin surat rekomendasi di Bank BCA, ga perlu bikin surat permohonan dulu 2-4hari kerja surat rekomendasinya beres. Biayanya cuma 50ribu per-lembar (biayanya tetap sama disetiap cabang), surat ini berbahasa inggris dan ditujukan pada kedutaan tempat kita apply visa. Didalamnya berisikan pernyataan bahwa benar kita nasabah bank tersebut sejak kapan dengan total saldo berapa.
7. Surat Keterangan Kerja & Surat Sponsor dari perusahaan Suami (karena saya sudah tidak lagi bekerja, cukup dari perusahaan suami).
Kalau masih bingung mau apply ke kedutaan mana, suratnya ditujukan secara general untuk apply visa schengen. Tapi kalau sudah tau mau apply di kedutaan mana, lebih baik dicantumkan nama kedutaan negara yang dituju. Semua surat ini dalam bahasa Inggris, biasanya bagian HR sudah punya formatnya, tinggal minta dan ditanda tangani oleh atasan.
8. Slip gaji 3 bulan terakhir berbahasa Inggris (asli & fotocopy).
9. Kartu Keluarga (fotocopy).
10. Paspor yang masih berlaku (asli & fotocopy).
Fotocopy yang diminta bagian depan (biodata) dan bagian belakang paspor (biodata). Di paspor saya sudah ada modal beberapa visa dan cap paspor perjalanan-perjalanan sebelumnya.
11. Paspor lama (asli & fotocopy).
Saya tidak menyertakan paspor lama ini, karena tidak bawa (tertinggal di batam). Lagian ada perbedaan nama di paspor lama suami dengan paspornya yang baru. Takut hal ini jadi masalah jadinya tidak kami sertakan, untung ini tidak menjadi kendala. Pengajuan dokumen visa kami tetap diterima walau tidak menyertakan paspor lama. Buat teman-teman yang mau apply visa sebaiknya sertakan saja apalagi kalau di Paspor lama banyak cap visa sebelumnya, itu pengaruh banget sebagai history perjalanan kita sebelumnya.
Semua dokumen diatas mesti memakai kertas ukuran A4. Setelah semua dokumen lengkap, susun sesuai urutan yang ditentukan oleh pihak TLS. Bawa semua dokumen tersebut beserta konfirmasi jadwal pertemuan yang sudah diprint saat janji temu ke kantor TLScontact (Menara Anugrah Lingkar Kuningan). Jika semuanya sudah lengkap dan sesuai, dokumen kita diterima oleh pihak TLScontac dan nantinya akan diserahkan ke kedutaan Perancis. Lalu kita diminta untuk membayar biaya pembuatan visa sebesar 60 Euro + biaya service 400rb. Semua biaya bisa dibayar dengan rupiah mengikuti kurs dari pihak TLS.
Setelah membayar, kita akan diminta untuk masuk ke ruangan pengambilan foto dan sidik jari. Rekam data foto dan sidik jari kita akan disimpan dalam Sistem Informasi Visa (VIS) selama 5 tahun. Jadi jika visa schengen kita diapprove, untuk pembuatan visa schengen berikutnya kita dapat mewakilkannya, selama itu masih dalam waktu 5 tahun. Untuk foto visanya sendiri diambil dari rekam foto kita dikantor TLS, jadi pakailah pakaian yang baik ketika datang dan tersenyumlah semanis mungkin saat difoto. Karena foto ini akan tertempel divisa dalam paspor kita he..he..jadi foto yang kita kasi ke TLS bukan untuk yang tercetak divisa. Bagi yg berjilbab ga usah khawatir, cukup memakai jilbab yg memperlihat wajah dari dahi sampai dagu dengan jelas (alis mesti terlihat jelas). Setelah rekam foto & sidik jari, kita diberikan bukti penyerahan dokumen aplikasi visa, nanti bukti ini yang mesti kita bawa saat pengambilan paspor dan visa di kantor TLS.
Tibalah saat H2C (harap-harap cemas) ketika menunggu kabar dari pihak TLS untuk pengambilan paspor. Saya memasukkan aplikasi visa ke TLS hari Jumat. Karena pihak TLS mengatakan prosesnya memakan waktu 5-14 hari kerja, jadi hari Minggu saya dan suami memutuskan untuk pulang ke Batam. Kami menitipkan pengambilan paspor & visa ke kakak saya yang tinggal di Jakarta, cukup melampirkan surat kuasa dan fotocopy KTP + bukti penyerahan dokumen visa.
Baru 3 hari di Batam tepatnya hari Rabu Siang, tiba-tiba saya dan suami mendapatkan SMS dari TLScontact yang menyatakan paspor saya sudah dapat diambil ke kantor TLSContact. Kaget kok cepat banget, suami saya sempat berpikir wah kayaknya ga diapprove ni dek visa kita. Saya yang dari awal ga mau berharap banyak, ga mau berandai-andai. Kalaupun ga diterima saya anggap belajar buat mengurus visa sendiri ambil hikmah dan pengalamannya. Tapi suami jujur ga rela karena uda keluar duit he..he..
Saya kontak kakak saya yang di Jakarta untuk minta tolong, tapi karena dia sibuk saat itu, akhirnya suami saya yang datang ke TLScontact untuk mengambil paspor kami seminggu kemudian. Kebetulan dia akan berangkat kerja ke luar kota dan transit di Jakarta. Saya bisa membayangkan deg-degan nya suami saya saat membuka amplop tertutup yang diberikan pihak TLS kepadanya. Karena saya juga pernah mengalami hal ini sebelumnya saat apply visa new zealand he..he.. Dan Alhamdulillah visa kami berdua diapprove untuk perjalanan selama 30 hari di Eropa dan Multiple Entry..Yeayy.. Suami saya langsung WA saya dan mengirim foto visa kami berdua dengan caption "Europe I'm Coming".. Alhamdulillah 1 step sudah terpenuhi.
Jadi menurut pengalaman dan info yang saya baca jika proses aplikasi visanya cepat, besar kemungkinan visa kita diapprove. Tapi kalau lama, siap-siap deg2an karena bisa jadi ada dokumen kita yang tidak sesuai atau kurang menurut kedutaan. Hal ini bisa mengakibatkan ditolaknya aplikasi visa kita oleh kedutaan. So Good Luck ya teman-teman, semoga visa schengen kita semua diapprove, jadi bisa bikin caption "Europe I'm Coming"..
Semoga Bermanfaat..!!! Next saya akan menampilkan itinerary perjalanan saya ke Eropa.