Minggu, 04 Oktober 2015

Day 6 - 11 Sep 2015 Gyeongbokgung, Gwanghwamun & Cheonggyecheon Stream (Korea Trip 2015)

Gerbang Gyeongbokgung.
Karena kemaren kami pulang sudah agak larut dari Everland, jadinya bangun pun kesiangan. Hari ini kita berdua berencana ingin ke Gyeongbokgung, salah satu istana terbesar peninggalan kerajaan Korea. Setelah beres-beres dan makan kita baru jalan. Uda agak siang kita keluar karena memang sengaja ga terlalu ngoyo buat jalan hari ini, dibawa santai dan enjoy aja. Untuk mencapai Gyeongbokgung dari stasiun Hongik kita naik subway line 2 menuju stasiun Euljiro-3(sam)ga, lalu transit dan pindah jalur subway line 3 menuju stasiun Gyeongbokgung. Sesampainya di stasiun Gyeongbokgung tinggal jalan menuju exit 5, yang merupakan pintu keluar menuju istana ini.

Saat kami mencapai exit 5 ternyata cuaca kurang bersahabat dan hujan. Agak sedikit menyesal kenapa saya ga sempat mengecek prakiraan cuaca sebelum berangkat tadi. Untung kami selalu sedia payung didalam tas, jadi walau hujan perjalanan tetap dilanjutkan. Sesampainya di gerbang istana Gyeongbokgung kami ga buru-buru beli tiket dan masuk ke area istana. Tapi kami terlebih dahulu melihat jadwal upacara pergantian penjaga istana. Karena kita penasaran mau lihat upacara tersebut. Kami sampai sekitar jam 12.30, sesuai jadwal upacara pergantian penjaga istana bakal ada lagi sekitar jam 13.00. Kita mutusin buat nunggu, sambil jalan-jalan dan foto-foto di depan gerbang istana ini.

Foto-foto dulu yuk.

Ini gerbang Gyeongbokgung dari depan jalan.

Abu-abu.
Walau sedikit gerimis upacara pergantian penjaga istana tetap dilaksanakan tepat waktu. Wah upacara ini memang sangat direkomendasikan buat dilihat, karena kaya budaya dan bahasa pengantar selama upacara berlangsung dalam 3 bahasa yaitu Korea, Jepang dan Inggris. Prosesi pergantian penjaga istana ini berlangsung kurang lebih 30 menit. Setelah acara ini selesai, kita langsung beli tiket masuk dan menjelajahi area istana Gyeongbokgung ini. Ketika didalam area istana, kita sempat juga ikut tour berbahasa inggrisnya jadi bisa tau fungsi masing-masing bangunan yang ada didalam istana. Tapi kita ga sampai selesai ikut tournya. Jadinya dipertengahan tour kita memisahkan diri karena mau foto-foto di area istana ini.

Prosesi pergantian penjaga istana mau dimulai.

Tabuh prosesi mau dimulai.

Prosesi ini dilengkapi dengan pasukan pembawa alat musik tradisional.

Penjaganya mau berganti tugas.
Baru masuk ke istananya.

Lihat itu dibelakang kita ada 2 gadis ber-Hanbok.

Ayo jalan-jalan ke istana di Korea.

Love.

Tour guide kita yang berbahasa inggris.

Korea.
Ada hal yang menarik yang kita lihat di area istana ini salah satunya orang-orang yang sengaja datang memakai Hanbok (pakaian tradisional Korea) ke Gyeongbokgung. Kebanyakan yang datang memakai Hanbok ini remaja putri, atau pasangan muda-mudi. Sepertinya ini bisa jadi ide yang bagus foto-foto memakai Hanbok di istana Gyeongbokgung. Dijamin pasti keren dan dapat banget suasana Koreanya. Kalau mau beli Hanbok banyak dijual didaerah Namdaemun.

Kalau capek muterin istananya duduk aja dulu.

Berasa jadi putri yang lagi nunggu pangerannya.
Jam matahari.
Di depan ruang pribadi Sang Raja.

Keren pintu-pintunya.

Megah istananya.

Pas mau keluar ada prosesi pergantian penjaga lagi.

Ini jadwal prosesi pergantian penjaga di Istana Gyeongbokgung.
Puas mengitari area istana kami akhirnya keluar dan mau melanjutkan jalan-jalan ke Gwanghwamun square. Tapi saat keluar istana ternyata pas upacara pergantian penjaga istana untuk yang jam 3 sore. Jadinya kita melihat upacara ini lagi sampai selesai. Oya disamping istana ini ada museum, tapi saya cuma numpang pipis di museum ini ga sempat explore he..he.. Prosesi upacara pergantian penjaga istana selesai, baru kita jalan menuju Gwanghwamun. Area Gwanghwamun ini sendiri terlihat dari gerbang depan istana Gyeongbokgung, jadi tinggal jalan kaki saja ke sana. Di Gwanghwamun square terdapat 2 patung, yaitu patung Admiral Yi Sun-Shin dan patung King Sejong yang merupakan raja Korea dan juga yang menciptakan tulisan Hangeul. Saat kami datang ternyata nanti malam akan ada acara musik yang digelar disini, jadi kami sempat melihat pesertanya sedang gladi resik.

Patung King Sejong.

Ada yang lagi gladi resik.

Patung si panglima.
Di ujung Gwanghwamun square ini kita juga bakal melihat tenda-tenda kuning yang sengaja didirikan oleh keluarga korban dan simpatisan tragedi tenggelamnya kapal di Korea setahun yang lalu. Tragedi ini menewaskan 300 orang lebih dan kebanyakan korbannya adalah siswa SMA. Ada foto-foto para korban yang ditampilkan didalam tenda itu. Kami berdua tau akan tragedi ini. Didepan foto-foto para korban yang dipajang, saya membacakan Al-Fatihah dan mengirimkan doa, semoga kebaikan mereka selama diatas dunia diterima oleh Tuhan. Lalu tiba-tiba kami dihampiri salah seorang simpatisan aksi ini dan akhirnya dia pun menjelaskan aksi mereka ini. Mereka saat ini sedang mengumpulkan tanda tangan masyarakat, jika mereka bisa mengumpulkan sampai 1 juta tanda tangan mereka bisa mengajukan petisi agar tragedi ini bisa diungkap sejelas-jelasnya dan meminta bangkai kapal yang tenggelam itu untuk diangkat ke permukaan. Menurut simpatisan yang berbicara dengan kami ini, mereka merasa pemerintah Korea tidak terbuka dan menutup-nutupi apa yang sesungguhnya terjadi pada tragedi ini. Saya sempat sedih mendengar simpatisan ini bercerita apa yang menimpa kapal naas ini, dan bagaimana siswa-siswi sma ini terapung-apung dan tenggelam tanpa ada bantuan yang segera datang menolong mereka. Miris sekali mendengarnya. Setelah ikut membubuhkan tanda tangan, kami mendapat souvenir berupa tanda turut berduka atas tragedi ini. 

Souvenir dari simpatisan tragedi kapal tenggelam di Korea.
Dari Gwanghwamun square kita lanjut jalan kaki ke Cheonggyecheon Stream, jaraknya memang tidak jauh dari situ. Di sini kita menikmati aliran sungai buatan Cheonggyecheon. Area Cheonggyecheon Stream memang merupakan salah satu tempat nongkrong favorit bagi warga Seoul, karena bersih dan kita bisa menikmati aliran sungai yang jernih. Sore itu lagi ada perlombaan melukis bagi remaja disana, jadi cukup ramai. Oya jangan lupa mencoba aksi lempar koin dan make a wish di area ini. Saat kami duduk ditepi Cheonggyecheon, kita bisa melihat ikan-ikan kecil yang berenang-renang sepanjang aliran sungai yang jernih.
Lagi asyik duduk berduaan, tiba-tiba disamping kami berdiri seorang kakek berjas, yang mengeluarkan biskuit lalu biskuitnya diinjak dan remahannya itu dilempar ke arah sungai. Seketika ikan-ikan kecil disungai langsung berrebutan memakan remahan biskuit yang dilempar oleh kakek itu. Wah kami pun ikut senang melihat atraksi si kakek. Lalu si kakek juga memberikan biskuitnya ke kami, biar kami ikut mencoba menginjak biskuit lalu memberi makan ikan-ikan itu.

Lampar koin dan make a wish.

Lagi ada lomba lukis.

Si Abang lagi nyobain lempar koin 500 perak.

Ikan-ikan kecil di sungai buatan.
Si kakek pemberi makan ikan.
Tapi sayang aksi si kakek tidak berlangsung lama, karena tiba-tiba ada petugas yang menghampirinya dan menegur si kakek agar tidak berbuat demikian. Wah ternyata hal itu dilarang ternyata he..he.. Jadinya si kakek pergi deh dengan kecewa. Kita lalu lanjut foto-foto didaerah ini. Puas menikmati Cheonggyecheon Stream, kami lalu memutuskan untuk ke Myeongdong. Ke Myeongdong ini untuk nyobain chickengalbi Yoogane Restaurant yang terkenal itu. Pas lihat peta sepertinya Cheonggyecheon Stream tidak jauh dari Myeongdong. Ternyata perkiraan saya benar, setelah nanya ke salah seorang pegawai kantoran, ternyata Myeongdong memang bisa ditempuh berjalan kaki dari Cheonggyecheon Stream ini.

Menikmati sore itu di pinggir sungai.

Cheonggyecheon Stream.

Nyebrang bareng.
Sesampainya di Myeongdong kami langsung mencari Yoogane Restaurant. Sedikit banyak kita sudah mulai familiar dengan area Myeongdong terutama Bang Tomi karena beberapa hari sebelumnya kita juga uda pernah ke sini. Sampai di Yoogane kami langsung pesan menu chickengalbi fried rice dan menu tambahan berupa tteok, sayuran dan mie. Restoran ini cukup ramai sore itu, mungkin karena hari Jumat menjelang weekend jadi ramai. Masakan di restoran ini dimasak dihadapan kita menggunakan kompor gas yang ada ditengah-tengah meja. Lalu kita diperbolehkan mengambil makanan pendamping (banchan) sepuasnya, seperti kimchi, asinan rebung, lobak mayonaise dll. Selama di Korea saya jadi sangat menyukai banchan ini. Beda dengan Bang Tomi yang jarang memakan banchan yang saya ambil. Untuk memasak chickengalbi ini kita dibantu oleh pelayan restorannya jadi ga usah khawatir. Masakannya uda matang, saatnya kita santap. Mari makan..!!
Pertama masak bumbu dan ayamnya.

Lalu nasinya diaduk-aduk ke bumbu dan ayam.
Menunggu makanannya masak sempurna.

Siap disantap.
Enak ya Bang.
Puas makan chickengalbi, kami lalu kembali jalan-jalan di area Myeongdong. Sayang sekali malam itu gerimis, jadinya jalan-jalan diarea outdoor ini sedikit terganggu. Walau begitu saya tetap mencoba mencicip es krim 32cm yang fenomenal itu. Walau hujan dan dingin malam itu saya tetap pengen makan es krimnya. Harga eskrim setinggi 32 cm ini adalah 2000 won atau sekitar 24ribu rupiah. Kita bisa memilih rasa eskrim yang kita mau, ada coklat, vanila, stroberi, yogurt dan greentea. Malam itu saya memilih eskrim rasa yogurt dan stroberi. Wah rasanya benar-benar nikmat. Saya sanggup lho menghabiskan es krim ini sendirian dan tidak ada yang meleleh dan terbuang, semuanya habis saya makan he..he.. Sekali-kali Bang Tomi saya suruh icip, dia memang ga sanggup makan es krim karena giginya ngilu he..he..

Es Krim 32cm.
Karena hujan makin deras kita lanjut ke Lotte Dept Store yang ada di Myeongdong. Niat kesini mau belanja cemilan khas Korea. Karena disini ada Lotte supermarket. Mulai deh belanja-belinji milih cemilan apa saja yang mau dicoba. Sempat mau beli ramen khas Korea, tapi setelah nanya ternyata ada kandungan babinya jadi ga halal. Yo wes ga jadi beli deh. Setelah belanja di Lotte supermarket, kita lanjut ke stasiun Hongik.
Cemilan dari Lotte, dan susu pisangnya langsung diminum he..he..

Sampai di stasiun Hongik kita ga langsung balik ke guesthouse. Tapi kita mutusin buat menikmati suasana kawasan Hongik malam menjelang weekend ini. Wah ternyata benar-benar rame oleh anak-anak muda. Dan ternyata Etude House lagi diskon besar-besaran di sini jadinya saya belanja kosmetik lagi deh he..he.. Cukup lama kita mengitari kawasan Hongik, ga terasa uda jam 10 malam aja. Karena uda cape, akhirnya kita balik ke guesthouse. Nyampe guesthouse ga bisa langsung istirahat karena kita mesti beres-beres dan packing soalnya besok kita berdua sudah mesti check out dari guesthouse. Next saya bakal cerita pengalaman kami ke War Memorial Museum di Seoul. Tungguin ya dan semoga bermanfaat..!!!

Pengamen keren di Hongik.

Yang ini banyak fans nya.

Suasana kawasan Hongik malam hari.

Rabu, 30 September 2015

Day 5 - 10 Sep 2015 Everland (Korea Trip 2015)

Hari ini kita berdua dengan semangat bangun pagi. Karena uda niat mau ke Everland Resort salah satu taman bermain outdoor terbesar di Korea. Everland ini terletak agak jauh dari pusat kota Seoul, butuh waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Oleh karena itu biar puas main-mainnya disarankan berangkat pagi dari penginapan. Hasil browsing sebelumnya, ada 2 cara untuk mencapai Everland, yang pertama dengan Subway dan yang kedua dengan kombinasi subway dan bus. Kami memilih cara pertama saja, karena tampak lebih mudah. Untuk harga tiketnya sendiri menggunakan subway atau bus hampir sama.

Detail perjalanan dengan subway dari stasiun Hongik adalah sebagai berikut : 
  1. Naik subway line 2 (hijau) menuju stasiun Gangnam.
  2. Di stasiun Gangnam pindah ke subway line Sinbundang (merah) menuju stasiun Jeongja. 
  3. Di stasiun Jeongja pindah ke subway line Bundang (kuning) menuju stasiun Giheung.
  4.  Di stasiun Giheung pindah ke subway line Ever line (hijau muda) menuju stasiun Jeondae-Everland.
  5. Keluar dari stasiun Jeondae-Everland, lalu cari free shuttle bus Everland yang akan mengantarkan kita ke depan pintu Everland resort.
Melihat rute yang cukup panjang dan jauh ini, sejak jam 9 pagi kami sudah keluar dari guesthouse menuju Everland. Ternyata memang memakan waktu yg cukup lama hingga sampai di Everland Resort, karena kita transit tukar line subway beberapa kali dan juga stasiun yang dilalui cukup banyak. Kami baru sampai di depan pintu Everland sekitar jam 11.30. Dengan semangat 45 kita langsung beli tiket masuk. Untungnya sebelum berangkat ke Korea saya sudah download & print kupon diskon ke Everland ini dari website Korea Grand Sale. Lumayan dapat diskon 50% karena ada kupon diskon itu. Kupon diskon hanya berlaku selama Korea Grand Sale dan khusus untuk turis asing, jadi kita diminta buat memperlihatkan paspor saat pembelian tiket. Harga tiket masuk normal 48.000 won perorang, karena diskon kita cuma bayar 24.000 won perorang. Yeayy..jauh lebih murahkan he..he..

Ga salah deh kita datang pas September ini, karna pas Korea Grand Sale, jadinya banyak diskon yang didapat. Jadi lebih hemat jalan-jalannya. Tapi katanya tiap turis asing yang datang ke Everland memang ada diskon khususnya dengan syarat memperlihatkan paspor. Jadi buat teman-teman yang ingin ke Everland, jangan lupa bawa paspor ya biar dapat diskon khusus turis asing. Alhamdulillah antrian ga seberapa saat beli tiket masuk karena memang pas weekdays. Jadi proses beli tiketnya cepat. Kami memang sengaja memilih ke Everland diweekdays untuk menghindari antrian panjang setiap wahana. Setelah tiket ditangan, langsung deh foto-foto dulu di depan gerbang Everland.

Have Fun.
Foto-foto dulu sebelum masuk.

Banyak spot foto keren di Everland.

Semangat..!!!

Tema Hallowen di Everland.
Wahana pertama yang kita coba adalah K-pop Hologram karena memang wahana ini terletak paling dekat dengan pintu masuk. Di sini kita bakal nonton konser Hologram artis K-Pop Korea, seperti BigBang dan PSY. Saat kami tiba di sana konser hologram yang kami tonton adalah konser Bigbang. Untung nontonnya bareng anak-anak hijabers dari KL yang notabene memang suka BigBang, jadinya ga berasa garing nonton konsernya he..he.. Habis kita berdua ga tau BigBang dan lagu-lagunya jadi nontonnya berdiri aja, cewek-cewek hijabers ini uda teriak-teriak ikutan nyanyi dan goyang he..he.. Jadi berasa seru deh. Kelar dari K-Pop Hologram, kami masuk ke Pororo 3D Adventure. Penasaran aja sama tokoh kartun kesukaan Daehan, Minguk, Manse ini jadinya ikutan nonton bareng orang tua yang memiliki balita. Mungkin cuma kita berdua yang ga bawa balita masuk ke wahana ini he..he.. Dan ternyata wahananya memang cocok buat anak-anak, saya malah ketiduran selama film 3D nya berlangsung huaha..ha..

K-Pop Hologram.

Foto wajib kalau di Everland.

Pohon bunga.

Taman bunga didepan wahana 3D Pororo.

Bunga-bunga.

Balita dan Pororo.
Lanjut kita mengelilingi area resort ini, banyak permainan yang menantang adrenalin yang saya lihat. Seperti bandul yang berputar, kapal Kora-kora seperti di dufan dll. Wah karena faktor U saya uda ga sanggup naik permainan-permainan yang menantang ini. Jadi cukup menikmatinya sambil nonton anak-anak remaja jejeritan di wahana ini ha..ha.. Disepanjang area resort ini banyak sekali jajanan yang dijual, salah satunya es blend rasa buah. Karena panas jadinya kita tertarik buat beli es blend rasa buah ini, dan pilihan itu memang tepat. Karena enak dan pas banget diminum dipanas terik saat itu.

Es Blend rasa buah.

Kora-kora.

Main-main.

Hi husband.
Dahaga kami hilang kami lanjut naik rollercoaster mini (Racing coaster) dan Bumper Car. Lalu lanjut nonton parade siang hari jam 14.00. Selesai parade kita jalan-jalan lagi menuju taman bunga dan taman bertema hallowen. Wah saya langsung jatuh cinta melihat taman-taman indah ini, benar-benar bagus dan tertata baik. Puas menikmati taman-taman ini, lanjut naik komidi putar, wahana 4D, cable car, sky way dll. Sampai akhirnya kita masuk ke area Walkingdead. Disini terdapat satu wahana utama yaitu T-Express yang merupakan rollercoaster terbesar di Everland. Awalnya saya dan suami duduk-duduk saja sambil ngemil lihat orang-orang masuk ke wahana ini. Tiba-tiba entah kesambet dari mana, si Abang bilang kalau dia mau naik T-Express ini. Saya sempat kaget, trus bilang "Serius Bang!!??" Iya katanya penasaran. "Ya uda abang naik aja sendiri ya, adek tunggu di sini". "Iya, adek tunggu di sini ya sayang", katanya sambil tersenyum.

Parade dimulai.

Saranghaeyo.

Cocok banget pink + blue.

Menikmati parade dengan anak-anak TK.

Kupu-kupu jangan pergi.

Rumah labu.
Warna-warni bunga yang ditata sedemikian rupa.

Suka sekali dengan taman-tamannya.

Enjoy.

Sky Way.
Disini perlu tongsis.
Lalu dengan penuh percaya diri si Abang masuk deh ke T-Express ini. Selanjutnya saya ga tau apa yang terjadi, karena wahana ini terletak jauh dibelakang pintu masuknya jadi kita ga bisa melihat dari dekat. Saya hanya bisa berdoa semoga Bang Tomi baik-baik aja naik wahana berbahaya ini. Dari awal saya memang uda bilang ke Bang Tomi, kalo abang mau naik wahana yang berbahaya naik aja sendiri ya, nanti adek tungguin. Secara istrinya ini penakut he..he.. Karena cukup lama nunggu, saya sempat cek HP trus cari wifi ternyata ada wifi gratis di area Everland ini. Jadinya sempat update status di sosmed he..he.. Hampir setengah jam lebih saya nunggu Bang Tomi keluar, akhirnya sang kekasih hati keluar juga dengan muka merah kayak udang huaha..ha.. Langsung saya suruh duduk & minum air putih dulu. Setelah itu Bang Tomi cerita gimana seramnya rollercoaster ini, "hampir copot rasanya jantung abang dek, untung adek ga naik, serem banget sumpah" katanya. Trus Bang Tomi cerita gimana kita dijatuhin berkali-kali dengan posisi hampir 90 derajat, jadi rollercoaster ini bentuknya naik turun berkali-kali tanpa kita sempat mengatur nafas uda dijatuhin lagi, buset dengarnya aja saya uda takut. Tapi syukurlah Bang Tomi baik-baik aja dan makin semangat sepertinya karena adrenalinnya terpicu he..he..

Trus kita putarin deh area walking dead ini. Banyak orang-orang yang merias dirinya seperti vampir, karena memang ada salon khusus untuk itu di area ini. Kami juga sempat mencoba atraksi foto 3D di sini. Jadi kita akan difoto sambil melompat diatas trampolin, lalu ada puluhan kamera yang akan mengambil foto kita dari semua sisi, nanti hasil fotonya berupa 3D foto yang bisa bergerak. Keren deh, saya pernah melihat aksi foto seperti ini dalam acara America Next Top Model. Tapi sayang sekali kita ga jadi beli CD fotonya, karena ternyata jilbab saya keangkat dan leher saya kelihatan pas pengambilan foto melompat diatas trampolin tersebut. Jadi Bang Tomi keberatan, karena kelihatan leher itu. Selanjutnya kita jalan-jalan ke area perkuburan vampir buatan.

Salon vampir, masuk ga ya??

Vampir berkacamata.

Kuburan vampir buatan.

Atraksi di walking dead area.

Serem ya.
Eh kok lirik-lirikan..tar vampirnya jatuh cinta lho he..he..

Happy wife.
Ga terasa sudah sore, kita lalu antri untuk naik wahana arung jeram. Wah menyenangkan sekali naik wahana ini. Ga terasa uda mulai gelap. Kita lalu memutuskan untuk pulang sehabis parade malam jam 20.00. Selagi nunggu parade, kita naik beberapa wahana lagi. Lalu pas jam 20.00 parade malamnya dimulai. Sesaat sebelum parade ini dimulai lampu di area parade serentak dimatikan, jadinya gelap tapi itu berfungsi agar kita fokus ke lampu-lampu yang ditampilkan oleh kendaraan dan para talent parade. Diringi musik, kendaraan dan para talent lewat satu persatu dengan tema-tema yang berbeda. Parade berjalan sekitar 30 menit. Selesai parade, kami beranjak pulang, balik ke guesthouse.

Parade malam dimulai.

Kendaraan putri duyung.

Ada yang lagi senang banget.

Bagus paradenya.

Lighting Parade.

Saatnya balik ke guesthouse.
Saat perjalanan pulang ini kita mutusin buat coba naik bus pulangnya. Jadi kita mencoba alternatif perjalanan kedua untuk pulang yaitu mengkombinasikan antara bus dan subway. Detail perjalanan kami dari Everland menuju Hongik stasiun adalah sebagai berikut :  
  1. Dari depan pintu Everland, kita naik Free Shuttle Bus Everland menuju stasiun Jeondae-Everland.
  2. Di stasiun Jeondae-Everland, kita lalu menuju terminal bus untuk naik bus no.5002 menuju stasiun Gangnam.
  3. Turun di halte bus Gangnam, lalu jalan menuju stasiun Gangnam dan naik subway line 2 (hijau) menuju stasiun Hongik.
Ternyata setelah mencoba perjalanan kombinasi dengan bus dan subway ini. Saya berkesimpulan, bahwa perjalanan kedua ini lebih hemat waktu dan tidak seribet kalau naik subway saja. Untuk harga tiketnya hampir sama, tapi untuk waktu perjalanan dengan kombinasi bus dan subway perjalanan lebih cepat setengah jam, dibanding perjalanan dengan subway saja. Kami sampai di guesthouse hampir jam 11 malam. Sehabis mandi, solat dan beres-beres, kita berdua tertidur lelap karena kecapaian. Berikutnya saya bakal cerita tentang perjalanan kami ke Gyeongbokgung Palace. Terus ikuti dan semoga bermanfaat..!!!


Pengalaman Hunting Aurora Yang Sangat Berkesan di Tromso Untuk Kedua Kalinya.

  Hai Miss Aurora. Kalian uda baca pengalaman hunting aurora saya pertama kalinya di Tromso belum? Kalau belum silakan baca disini ya. Soal...