Tampilkan postingan dengan label Madrid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Madrid. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juni 2015

Day 14 Tour Bernabeu - Madrid (Euro Trip 2015)


Pagi ini kita bersiap-siap untuk check out dari Hotel Naranjos II tempat kita menginap di Madrid. Karena nanti malam kita akan melanjutkan perjalanan dengan bus malam ALSA ke Barcelona. Tapi karena masih punya waktu seharian di Madrid tentu kita manfaatkan sebaik mungkin. Selesai check out, koper kita titipkan ke resepsionis hotel, agar jalan-jalannya ga keganggu. Hari ini memang sudah direncanakan kita akan ke Stadion Bernabeu, kandangnya klub bola Real Madrid. Ya suami saya adalah salah seorang fans berat klub bola ini dan kota Madrid adalah kota pilihannya untuk kita kunjungi dalam perjalanan kali ini. Malah dia mewajibkan saya untuk memasukkan kota Madrid dalam itinerary he..he.. Alasannya tak lain dan tak bukan untuk bisa ke stadion Bernabeu dan ikut Tour Bernabeu, syukur-syukur bisa lihat Madrid bertanding di sana. Tapi sayang saat kita di sana, sedang tidak ada pertandingan.

Keluar dari hotel kita baru ngeh kalo ternyata gerimis dan berangin. Tapi cuaca tidak menyurutkan langkah kita untuk berpetualang di Bernabeu. Malah kita berdua uda sengaja pakai baju serba merah dari awal untuk menunjukkan semangat buat ke Bernabeu he..he.. Dari hotel kita naik metro ke stadion Bernabeu. Sesampainya disana ekspresi girangnya Bang Tomi uda ga bisa ditutupi, pokoknya senang banget dia. Langsung kita beli tiket buat Tour Bernabeu nya seharga 19 Euro perorang, mahal ya iya, tapi sepadan dengan apa yang bakal kita dapatin kok.
Happy-nya si Abang abis beli tiket Tour Bernabeu.

Bersiap menjelajahi stadion besar ini.
Pertama masuk ke stadion ini kita langsung diarahkan untuk naik ke lantai paling atas. Sesampainya diatas kita langsung disuguhi view lapangan bola dan deretan kursi yang melingkari stadion. Si abang mah langsung foto-foto ria. Lalu kita mulai turun ke lantai berikutnya, petugas akan mengarahkan kita untuk masuk ruangan pajangan dan museum Real Madrid. Ada beberapa ruangan besar yang kita lewati dan setiap ruangan menyuguhi nuansa yang berbeda. Di ruangan pertama kita bakal disuguhi dengan pajangan lama mulai dari sepatu pemain terdahulu, bola yang dipakai jaman dahulu, piala-piala yang pernah diraih jaman dulu dll. Di ruangan ini juga kita bisa melihat dan membaca sejarah klub Real Madrid dari dulu hingga sekarang di layar-layar touchscreen yang tersedia dan kita juga bisa menonton aksi-aksi pemain Madrid dari layar-layar kaca yang memenuhi dinding. Lagu kebesaran madrid "Hala Madrid" uda terdengar ketika kita memasuki ruangan ini.
Stadion Bernabeu dari lantai paling atas.
We are here.
Foto lama Real Madrid.
Mesin koin souvenir.
Koleksi sepatu dan bola jaman dulu.
Deretan layar besar yang menampilkan aksi pemain & kemenangan Team Real Madrid.
Touch Screen yang menampilkan sejarah dan semua tentang klub Real Madrid.
Layar pintar.
Abang asyik membaca di layar pintar.
Di ruangan kedua kita bisa melihat pajangan baju pemain Madrid saat ini, sepatu-sepatu mereka termasuk sepatu emas Christian Ronaldo. Pada ruangan kedua ini juga ada layar besar yang menampilkan profile pemain-pemain Real Madrid saat ini. Di ruangan berikutnya kita bakal disuguhi layar super besar yang menampilkan potongan pertandingan final champion 2014 yang dimenangkan oleh Real Madrid. Di ruangan ini kita bakal terhanyut dengan euforia kegembiraan dan kebahagiaan atas kemenangan tersebut. Lanjut ruangan berikutnya kita melihat deretan piala-piala yang sudah diraih Madrid sampai saat ini, khusus untuk piala FIFA club world cup di taruh khusus tersendiri dengan kotak kaca. Tak lupa ada ruangan khusus tentang klub basket Real Madrid, saya malah baru tau kalo ada klub basketnya juga he..he.. Setiap ruangan selalu menyuguhi teknologi terbaru dan interaktif contohnya kita bisa berfoto lalu foto kita bakal jadi kepingan puzzle dalam foto pemain Madrid, seru deh. Pokoknya puas lah mengenal Real Madrid dengan masuk ruangan-ruangan ini.
Baju pemain, yang warna merah itu bukan pemain ya.
Profile pemain Real Madrid di layar super besar.
Abang dengan pemain favoritnya.
Deretan sepatu dan sarung tangan emas.
Mendengar rekaman pertandingan terdahulu.
Koleksi piala-piala kebanggaan Real Madrid.
Special.
Inilah tempat impian Bang Tomi.
Layar super besar yang menampilkan laga final liga Champions tahun lalu.
Setelah itu kita bakal diajak untuk berfoto bersama pemain madrid favorit kita dan si kuping besar piala Champions. Nanti hasil fotonya bisa kita lihat setelah Tour Bernabeu nya selesai, jika berminat kita bisa mencetak dan membeli foto tersebut. Prosesi foto-foto beres, kita selanjutnya keluar lagi ke arah kursi penonton di stadion, kali ini kita sudah dilantai tengah. Puas-puasin foto selama disini, karena view ke arah stadionnya keren.
Stadion dari bagian tengah.
Madridista.
Foto bareng pemain.
Happy banget deh si abang.
Dari tengah kita lalu di ajak ke tempat duduk VIP yang terletak di belakang tempat duduk pemain Real Madrid, lalu lanjut ke bawah ruang ganti dan kamar mandi pemain. Puas melihat tempat mandi dan jaguzinya si CR7, kita lalu dipersilakan untuk duduk di kursi pemain Real Madrid yang ada di stadion tersebut. Wah rasanya senang banget bisa duduk disana he..he.. Berasa pernah tukar-tukaran tempat pantat sama si CR7 he..he.. Selesai dari sana kita lalu masuk toko souvenir Real Madrid yang gabung dengan toko Adidas. Nah disini lah kita bisa melihat hasil foto kita dengan pemain dan piala Champions tadi. Sebenarnya ada 2 foto yang saya suka, yaitu foto kami bersama piala dan foto saya sendiri dengan CR7 yang tampak saling merangkul itu. Tapi karena mesti ngeluarin belasan Euro lagi buat beli 1 foto, jadinya saya cuma beli satu foto aja yang kita berdua pegang piala he..he.. Yang sama CR7 nya disimpan dalam hati aja huaha..ha..cari gara-gara.
Tempat duduk pemain.

VIP

Ruangan jaguzi pemain Real Madrid.
Ruangan pemain, si abang pura-pura jadi pelatih yang lagi ceramahin pemainnya.
Ruangan konfrensi pers Real Madrid.
Hasil foto yang kita beli.
Sehabis Tour Bernabeu, kita lanjutin lagi perjalanan kita keliling kota Madrid. Kita lalu ke Fuente de Cibeles. Fuente de Cibeles ini adalah persimpangan jalan ditengah kota Madrid yang ditengah-tengah persimpangan itu terdapat patung dan air mancur. Dari Fuente de Cibeles kita lalu ke Museum Del Prado, museum terbesar di kota Madrid. Dari Museum Del Prado kita lalu jalan kaki ke Puerta de Alcala. Puerta de Alcala adalah gerbang tua bersejarah kota Madrid. Dari sini karena sudah sore kita kembali ke daerah SOL tempat hotel kita berada. Di SOL kita sempatin makan dulu sebelum akhirnya kita ambil koper dan pergi ke terminal bus di Avda de America.
Fuente de Cibeles
Museum Del Prado
Lets go
Palacio de Linares
Puerta de Alcala
Lambang kota Madrid di puerta de sol.
Nyampe di terminal Avda de America uda malam, tapi karena bus yang kita naiki berangkat tengah malam, jadinya kita masih duduk dulu nunggu didalam terminal. Sekitar jam 23.30 kita baru berangkat menuju Barcelona. Bus Alsa yang kita naiki cukup nyaman, malah kursinya lebih luas dibanding bus megabus. Saya dan suami tidur sepanjang perjalanan. Besok pagi kita diperkirakan sampai di Barcelona. Penasaran bagaimana petualangan saya di Barcelona?? Baca postingan berikutnya ya...

Semoga bermanfaat..!!!

Minggu, 31 Mei 2015

Day 13 Madrid - Spanyol (Euro Trip 2015)


Hari ini pagi-pagi sekali kami bangun dan bersiap. Pasalnya kami mesti naik bus ke bandara Ciampino Roma jam 6.30 pagi. Karena pagi ini kami akan terbang ke Madrid Spanyol. Untungnya di stasiun Termini tersedia shuttle bus yang akan mengantarkan kita ke airport di Roma, baik itu ke Fiumicino ataupun ke Ciampino. Nama busnya Terravision dan busnya parkir didepan Terracafe yang hanya berjarak 5 menit jalan kaki dari hotel kami. Untuk membeli tiket bus kita bisa langsung membelinya di box tiket yang ada di dalam Terracafe paling cepat 30 menit sebelum keberangkatan. Atau bisa juga dibeli secara online disitus mereka. Tiket dari Termini ke Ciampino 6 Euro perorang. Karena kami akan naik bus jam 6.30, jadinya jam 6 pagi kami uda antri didepan box penjualan tiket bus.

Perjalanan dari Termini ke Ciampino kurang lebih 1 jam, sekitar jam 7.30 kami sudah tiba di Ciampino Airport. Setibanya di sana kami langsung ke counter check in. Karena sebelumnya sudah melakukan web check in, jadinya kami hanya mendrop bagasi dan menukar boarding pass. Beberapa budget airlines di Eropa memang mengharuskan kita untuk melakukan web check in sebelumnya jika tidak, akan dikenakan biaya saat check in di bandara. Dan pesawat Ryan Air yang kita naiki ini salah satu maskapai yang menerapkan sistem tersebut. Saat di counter check in petugasnya malah mempersilakan kami untuk memasukkan koper kabin kami sekalian dalam bagasi tanpa dikenakan biaya apa pun. Sepertinya ini bonus karena kami telah membeli bagasi 20kg sebelumnya. Setelah proses check in dan bagasi selesai, kita langsung naik ke ruang tunggu.

Karena masih ada waktu 1,5 jam lagi sebelum berangkat, selama di ruang tunggu kita manfaatkan buat sarapan. Jam 9.30 kita sudah naik ke atas pesawat. Tapi anehnya pesawat tidak langsung berangkat. Lalu ada pengumunan dalam 3 bahasa (Italia, Spanyol dan Inggris) yang mengatakan kita belum bisa terbang karena traffic bandara Madrid yang lagi penuh, jadi disuruh tunggu. Hampir 1,5 jam kita menunggu didalam pesawat tanpa mengudara, baru sekitar jam 11 siang kita take off. Ternyata di Eropa pun kita ngalami yang namanya delay hiks..hiks.. Karena delay otomatis kami yang mestinya sampai Madrid jam 12.15 molor jadi jam 13.45.
Saat naik pesawat Ryan Air.
Sampai di bandara International Madrid, kita sempat kaget kok banyak banget tulisan Cinta di tiang-tiang bandara ini. Ternyata oh ternyata Cinta itu artinya Belt atau Ban berjalan he..he.. Oke kita langsung menuju Cinta buat mengambil koper yang kita taruh di bagasi tadi. Setelah koper ditangan kita sekarang mau membeli tiket metrobus (yaitu tiket bus dan metro yang bisa dipakai sebanyak 10 kali) dan mencari halte bus di Airport ini. Disini lah kebingungan berawal. Karena rata-rata petugas di Bandara ini tidak bisa berbahasa Inggris, kita dianjurkan ke informasi pembelian tiket yang letaknya jauh di Terminal 3, sedangkan kita turun di Terminal 1. Mana aiportnya ga da skyline, jadinya ya kita jalan kaki sambil geret-geret koper.
Cinta = Belt = Ban Berjalan.
Sampai di Informasi Terminal 3, uda antri lama, kita dilayani oleh laki-laki gemulai yang juteknya minta ampun. Sebelnya selama ngomong ma kita dia ga ngeliat ke kita tapi malah liat layar komputernya dan sepertinya ogah-ogahan menjawab pertanyaan kita. Sedangkan melayani 2 turis kulit putih sebelumnya, dia baik-baik aja. Ih sebelnya..apalagi ternyata beli tiket metrobusnya ga bisa sama dia, tapi mesti beli dimesin dibawah katanya. Kayaknya ni cowok gemulai ogah-ogahan melayani kami karena saya berjilbab, saya merasa seperti itu, kayaknya ni orang Islam phobia deh. Sutralah, kita tinggalin dia trus ke bawah buat beli tiketnya dan ternyata harga tiket yang dijual di mesin itu jauh lebih mahal dari informasi yang kita dapatkan di internet sebelumnya. Alhasil kita ga jadi beli tiketnya dan mutusin buat langsung saja naik bus ke kota dan bayar diatas bus.
Suasana bandara International Madrid.
Nyari pemberhentian bus nya sama susahnya dengan mencari pusat informasi penjualan tiket metrobus tadi. Muter-muter airport sampai akhirnya dikasi tau dengan bahasa Spanyol + gerak tangan kalau halte bus EMT 200 yang mau kita naiki ada di terminal 2. Rempong deh balik lagi ke terminal 2, akhirnya ketemu juga halte bus nya. Fuihh asli cape banget karena muter-muter airport dari tadi. Dengan bus ini kita lalu menuju Avda de America yang merupakan terminal bus terbesar yang terintegrasi dengan stasiun metro di pusat kota Madrid. Di sini kita langsung membeli tiket bus ALSA untuk ke Barcelona besok malam. Harga tiket bus malam ALSA dari Madrid ke Barcelona sebesar 32,5 Euro perorang. Setelah tiket bus ke Barcelona di tangan, kita lanjutin naik metro ke daerah SOL tempat hotel kami berada. Akhirnya kita membeli tiket metrobus di mesin penjualan tiket yang ada di stasiun Avda de America. Petugasnya dengan baik melayani dan membantu saya membeli tiketnya dan harga sama dengan yang tertera di internet yaitu 12,20 Euro untuk 10 kali trips dan bisa digunakan berdua.

Semua tiket sudah ditangan, kita lalu turun ke tempat pemberhentian metro. Saat naik metro, disinilah kita akhirnya merasakan aksi copet di Eropa. Ceritanya saat kita naik metro tiba-tiba ada seorang bapak-bapak yang sepertinya ingin membantu Bang Tomi untuk mengangkat koper naik ke metro. Tapi ternyata satu tangannya pura-pura angkat koper, satu tangan yang lain beraksi merogoh saku celana belakang Bang Tomi, tapi untungnya Bang Tomi langsung sadar dan megang saku belakang celananya. Lagian memang ga da apa-apa disana. Eh si bapak-bapak ini, karena takut ketahuan langsung pura-pura nelpon dan keluar dari kereta sesaat sebelum pintu tertutup. Bang Tomi langsung menghampiri saya dan bilang hal ini. Kita langsung seketika meningkatkan kewaspadaaan. Alhamdulillah ga da yang hilang.

Nyampe di stasiun dekat hotel kita lalu bergerak mencari hotel kita. Syukurlah akhirnya ketemu dan kita bisa langsung check in dan beristirahat. Karena delay dan melakukan banyak hal sebelumnya, jam 5 sore kita baru sampai hotel. Kelaparan pasti, jadinya nyampe hotel langsung masak nasi dan makan. Istirahat, sholat dll akhirnya setelah kondisi tubuh pulih kita mutusin buat jalan-jalan ke daerah SOL yang cuma 10 menit berjalan kaki dari Hotel kita. Karena penasaran kota Madrid kayak apa, kita semangat jalan-jalan sore berdua he..he..
Lelah terobati ketika melihat kamar hotel yang didesain seperti kamar pengantin he..he..
Tapi baru 5 langkah keluar dari hotel, kita melihat turis India yang kalut karena menemukan dompetnya dijalanan karena dicopet seseorang. Buset..parah banget copet disini, sejak itu saya jadi rada paranoid dan selalu melihat ke belakang kalo jalan, tapi semua cukup beralasan karena saya bakal melihat hal yang lebih parah lagi nanti. Walaupun begitu saya juga tetap menikmati jalan-jalan sore kami keliling daerah SOL sampai ke Palacio Real. Ternyata di daerah SOL ini banyak sekali objek wisata yang berdekatan dan bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Jadinya banyak yang bisa dilihat, belum lagi banyak pertokoan jadi bisa sekalian window shopping he..he.. Pertama kita bakal ketemu gedung Comunidad De Madrid yang berhadap-hadapan dengan Puerta del Sol (lapangan terbuka seperti Piazza kalo di Italia). Di Puerta del Sol banyak kita jumpai badut dengan kostum lucu-lucu, hati-hati kalo ingin berfoto dengan badut-badut ini kita mesti bayar lho he..he..
Comunidad De Madrid.
Mau kemana ya??
Dari Puerta del Sol kita jalan ke Plaza Mayor. Disini kita akan melihat lapangan yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan bersejarah di Madrid. Lalu kita lanjutin perjalanan ke Palacio Real (Grand Pallace) istana kerjaan Madrid. Sayang sekali saat kami datang, sedang ada event yang diadakan didalam istana, sehingga istana ini tertutup untuk umum sampai beberapa hari kedepan hiks..hiks.. Jadinya kita ga bisa masuk ke istananya, sedangkan saya pengen banget liat dalamnya kayak apa. Karena ga bisa masuk, kita foto-foto aja diluar dan didepan istana ada Gereja Catedral De La Almudena yang juga cantik buat objek foto.

Plaza Mayor.
Suasana sore di plaza mayor.
Palacio Real (Grand Pallace).
Lagi tutup karena ada event hiks..hiks..
Gereja Catedral De La Almudena.

My Man.
Puas foto-foto di Pallacio Real, kita balik lagi ke Puerta del Sol tapi sebelumnya kita mampir di Mecardo de S.Miguel buat liat-liat apa yang dijual di pasar modern ini. Sesampainya di dekat Puerta del Sol, kita lihat ada restoran Wok to Walk yaitu restoran masakan China yang terkenal banget di Eropa. Sewaktu di Amsterdam kita juga pernah lihat restoran ini. Karena laper lagi akhirnya kita beli kwetiau goreng pedes di Wok to Walk buat dimakan di hotel tar. Puas muter-muter daerah SOL kita putusin buat balik dan istirahat ke hotel.
Jalanan kota Madrid yang bersih dan rapi.
Pasar modern de san Miguel.

Cemilan yang dijual di mecardo de san miguel.

Ngintip cara masak makanan kita di Wok to Walk.
Nah pas perjalanan pulang ini lagi-lagi saya melihat aksi copet, kali ini copetnya beraksi tidak sendiri tapi berkelompok. Jadi setelah salah satu dari mereka berhasil mencopet dompet turis yang lagi jalan, lalu dompet itu langsung dioper ke temannya yang ada dibalik lorong (gang sempit). Orang yang ada dilorong ini setelah dapat dompetnya langsung kabur masuk lorong (gang sempit) dan menghilang. Sumpah melihat hal itu saya langsung jadi mencurigai semua orang yang berjalan dibelakang kami. Tapi feeling saya benar kok, beberapa kali laki-laki mencoba membuka ransel Bang Tomi, tapi mereka langsung gigit jari karena semua resleting tas ranselnya kita gembok huaha..ha.. Malah ada yang uda kepergok sama saya, masih sempat senyum sebelum kabur he..he.. Dasar copet ga tau malu. Jadi buat teman-teman yang mau jalan-jalan di Madrid lebih waspada aja ya, karena copet disana banyak terutama di sekitar daerah SOL.

Sampai di hotel uda malam, saatnya makan kwetiawnya dan istirahat. Btw kwetiau Wok to Walk nya enak lho, pedasnya juga mantap. Cocok banget dimakan pas cuaca dingin begini, harga seporsinya 5 Euro, lumayan murah untuk ukuran Eropa. Tapi setelah dikalkulasiin ke rupiah sekitar 70ribuan huaha..ha.. Jadinya kwetiaw goreng termahal yang pernah saya makan, soalnya di Batam beli kwetiaw goreng di Tarempa cuma 13ribu perak he..he.. Next saya bakal cerita gimana happy nya bang tomi ketika kita pergi ke stadion Bernabeu untuk ikut Tour Bernabeu..serruuu..

Semoga Bermanfaat..!!!

Pengalaman Hunting Aurora Yang Sangat Berkesan di Tromso Untuk Kedua Kalinya.

  Hai Miss Aurora. Kalian uda baca pengalaman hunting aurora saya pertama kalinya di Tromso belum? Kalau belum silakan baca disini ya. Soal...