Jumat, 28 November 2025

Pengalaman Melihat Aurora di Tromso-Norwegia Untuk Pertama Kalinya.

 

Aurora.

Impian saya untuk melihat aurora sudah ada sejak saya berhasil ke Eropa tanpa tour tahun 2015 lalu. Tapi impian itu terhalang karna biaya ke negara Scandinavia cukup mahal, baik pergi sendiri maupun dengan tour. Apalagi penerbangan dari Jakarta ke kota-kota di Scandinavia cukup terbatas dan jarang sekali ada promo/diskon. Oh ya sebenarnya kita juga bisa melihat aurora ke Rusia dengan biaya lebih murah, tapi impian saya melihat aurora bukan di Rusia, tapi di negara Scandinavia.

Sejak tahun lalu keinginan ini semakin kuat karna menurut prediksi dan hasil penelitian para pakar tahun 2025 menjadi tahun terkuat aurora terlihat di bumi. Karna pancaran gelombang elektro magnetik matahari di tahun 2025 cukup besar karna puncak aktivitas matahari terjadi tahun 2025 ini (siklus matahari 25), lalu aktivitas matahari akan menurun. Siklus puncak aktivitas matahari ini terjadi sekitar 11 tahun sekali. Artinya aurora akan kembali terlihat kuat di tahun 2033-2036. Rasanya jika menunggu di kesempatan berikutnya saya semakin tua dan belum tentu sekuat sekarang.

Saya mulai hunting tiket Jakarta-Copenhagen, Jakarta-Oslo, Jakarta-Helsinski dll. Dari semua pencarian paling murah memang Jakarta-Copenhagen dengan tiket PP kurang lebih 13jt/orang. Lalu saya juga men-cek harga hotel/penginapan selama bulan-bulan terbaik hunting aurora di sana ternyata cukup mahal. Belum lagi saya mesti beli tiket local flight ke Tromso karna tidak ada flight direct dari Jakarta ke Tromso. Saya sudah dapat estimasi berapa biaya kira-kira yang mesti saya keluarkan. Intinya biaya hunting aurora di negara scandinavia itu "Mahal". Dan kita mesti siap merogoh kocek lebih dalam.

Seperti biasa algoritma pencarian saya tentang trip hunting aurora ke negara-negara scandinavia terbaca oleh HP ini dan secara terstruktur explore instagram saya mulai menampilkan open trip/tour hunting aurora ke scandinavia. Lalu saya mulai membanding-bandingkan biaya jika ikut tour hunting aurora ini dengan pergi sendiri untuk hunting aurora ke scandinavia. Dari hasil yang saya dapat, biayanya hampir sama, namun jika ikut tour hunting aurora ke scandinavia dari Indonesia, kita tidak hanya mengunjungi negara-negara di scandinavia, tapi juga mengunjungi negara-negara Eropa bagian baltik. Sedangkan jika pergi sendiri bakal sulit jika menggabung trip ini dalam waktu singkat, dan biayanya bisa lebih mahal.

Harga yang ditawarkan tour yang saya ikuti ini cukup menarik dengan 4 malam kesempatan untuk hunting aurora di Tromso-Norwegia (2 malam) dan di Lapland-Finlandia (2 malam). Dan total negara yang bakal dikunjungi dalam tour ini sebanyak 7 negara dengan pembagian 4 negara scandic dan 3 negara baltic. Tapi ada 1 hal yang saya tidak tau adalah tour hunting aurora pada tour ini merupakan tour tambahan dan berbayar. Saya pikir tadinya tour hunting aurora sudah termasuk pada harga tour ini, ternyata tidak. Dan saya mengetahui hal ini di H-10 sebelum berangkat. Jujur sedikit kecewa akan hal ini tapi saya uda terlanjur bayar dan persiapan untuk berangkat uda hampir 100% tidak mungkin lagi dibatalkan. Dan ketika saya tanya ke teman-teman yang lain yang juga ikut tour hunting aurora dengan group tour lain, ternyata tour hunting aurora mereka juga berbayar dan dianggap tour tambahan. Jadi intinya lebih baik tanyakan secara detail apa saja yang include dan yang exclude pada harga tour yang mereka tawarkan, jika ingin ikut tour dari Indonesia ya guys, biar ga kaget kayak saya. 

Ketika saya tau semua tour hunting aurora dari tour ini berbayar dan biayanya cukup mahal. Saya otomatis mencari second option agar saya tetap bisa hunting aurora tapi dengan biaya lebih murah/hemat. Saya akhirnya memilih untuk membeli tour hunting aurora di Tromso secara online. Kenapa di Tromso karna Tromso menjadi kota pertama yang bakal kami kunjungi untuk hunting aurora di trip ini. Ada 2 aplikasi yang saya cek untuk mencari tour hunting aurora ini yaitu "Klook" dan "Get Your Guide". Tapi saya akhirnya memilih membeli di aplikasi "Get Your Guide", karna pilihan tour lokal hunting aurora nya cukup banyak pilihan dengam variasi harga yang beragam.

Saya beli tour lokal hunting aurora ini secara online H-2/H-1 sebelum keberangkatan kami ke Copenhagen. Kenapa saya ga membeli tour hunting aurora ini jauh-jauh hari, karna untuk hunting aurora kita butuh cuaca yang bagus dan langit yang cerah. Serta prakiraan kekuatan aurora baru bisa diprediksi cukup baik menjelang mendekati hari H.

Dari sekian banyak opsi pilihan tour lokal hunting aurora yang ditawarkan di-aplikasi "Get Your Guide" saya memilih membeli tour aurora yang punya rating review tertinggi dan tingkat keberhasilan mereka dalam mendapatkan aurora lebih dari 95%. Artinya tour hunting aurora lokal yang saya beli online ini punya reputasi dan pengalaman yang baik dalam mencari aurora di wilayah Tromso. Tour hunting aurora lokal yang saya beli memang bukan yang termurah, tapi saya memilih yang terbaik dan mendapatkan rating no.1 di aplikasi get your guide. Harga tour hunting aurora di Tromso ini bervariasi mulai dari 1.5jt s/d 3jtan/perorang.

Ini adalah tour hunting aurora yang saya pilih di Get Your Guide.

Tour yang saya beli online harganya di 2jtan/org. Dengan kelebihan harga tersebut sudah termasuk dengan foto profesional dari pihak tournya (sepuasnya), sudah disediakan thermal suit jika kedinginan, sudah include minuman hot chocolate dan api unggun, serta pengantaran gratis ke hotel/penginapan setelah tour berakhir. Hal lain yang jadi pertimbangan saya adalah adanya fasilitas free cancelation 24 jam sebelum tour dilaksanakan. Hal ini penting karna cuaca bisa saja berubah dan tidak berpihak pada kita. Jadi jika prakiraan cuaca berubah buruk sehari sebelum tour dimulai kita masih bisa men-cancel nya tanpa dikenakan biaya apapun. Lalu pada tour lokal yang saya pilih ini, mereka juga menyebutkan bahwa apabila kita tidak mendapatkan aurora ketika ikut tour mereka, maka kita bisa mendapatkan diskon 50% untuk tour aurora berikutnya bersama mereka.

Ini detail info dari tour hunting aurora yang saya pilih.

Karena alasan diatas saya memilih tour lokal ini dan mendaftar untuk ikut tour mereka di hari pertama saya tiba di Tromso. Sesuai itinerary tour yang saya ikuti dari Indonesia, kita bakal naik penerbangan lokal (Norwegian Air) di pagi hari dari Oslo ke Tromso. Dan tiba di Tromso sekitar jam 11.25 siang. Lalu city tour di tengah kota Tromso sampai sore, kemudian check in hotel dan beristirahat. Agenda tour dari Indonesia sendiri untuk malamnya ada opsional tour berbayar hunting aurora dengan fjord night cruise bagi yang mau. Tapi tentu saya tidak ikut tour tambahan ini. Karna sudah beli tour lokal hunting aurora online untuk malam ini. Ketika peserta tour lain beristirahat, saya dan suami malah sibuk bersiap-siap untuk berangkat dengan bus umum Tromso dari hotel ke meeting point tour nya.

Kalau kalian tanya gimana beli tiket bus umum di Tromso, caranya cukup mudah. Tinggal download aplikasi "Svipper" di HP dan beli tiket bus umumnya di sana. Tapi saya ga beli tiketnya di sana guys. Saya dan suami cuma "pasang muka penuh keyakinan" aja ketika naik bus nya. Pembaca lama blog saya pasti mengerti istilah "pasang muka penuh keyakinan" ini apa artinya ha..ha..

Aplikasi Svipper.

Syukurnya dari hotel tempat saya menginap ke lokasi meeting point tour nya cukup pakai 1 bus umum saja yaitu bus no.28. Ini saya ketahui dari cek di gmap. Jadi cukup mudah. Lalu aplikasi Svipper kami gunakan untuk mengetahui jam kedatangan bus di halte depan hotel kami. Agar tidak terlambat tiba di meeting point dan tidak terlalu lama juga terpapar udara dingin Tromso saat menunggu bus. Semua info ini saya dapatkan dengan bantuan internet dan semua ini sangat terbantu karna saya pakai modem internet dari Javamifi untuk keperluan internet saya selama trip ini. Kenapa saya pilih pakai modem Javamifi, karna jaringannya luas mencakup lebih dari 200 negara di dunia, sinyalnya kuat, baterai modemnya tahan lama, kuotanya unlimited dan 1 modem bisa untuk 5 devices sekaligus. Makanya dengan membawa 1 modem dari Javamifi hp saya dan suami bisa langsung terkoneksi ke internet selama di luar negeri.

Modem internet dari Javamifi.

Kami naik bus no.28 jam 17.40 dari halte depan hotel ke lokasi meeting point tour aurora yang kami pesan. Perjalanan dari hotel ke lokasi meeting point kurang lebih 30 menit. Kami tiba sekitar jam 18.10 di lokasi meeting point depan Hotel Dock 69 39 by Scandic. Saat kami tiba uda ada beberapa peserta tour yang menunggu di sana. Kami langsung masuk ke lobby hotel dan menunggu di dalam. Sekitar jam 18.20 kondisi depan hotel sudah ramai dan orang-orang tournya juga sudah datang dengan minivan-minivan mereka. Ternyata tour hunting aurora yang saya ikuti ini tidak cuma punya 1 minivan tapi ada 5 minivan yang mereka pakai. Setiap minivannya bisa diisi sampai 20 orang. Para petugas tournya pakai seragam jaket oren dengan logo "Get Your Guide" di dada mereka. Sebelum tour dimulai saya sempatkan untuk buang air kecil dulu di toilet hotel, agar nanti tidak mengganggu perjalanan untuk hunting aurora. Btw petugas tournya juga mengingatkan kita untuk ke toilet dulu.

Penampakan lokasi meeting point tour hunting aurora yang kami ikuti. Ini bagian depan Hotel Dock 69 39 by Scandic. 

Ini mobil van Mercy yang akan kita gunakan untuk tour hunting aurora ini.

Lobby hotel tempat saya menunggu.

Para staff tour hunting aurora sedang sibuk mengatur peserta tournya.

Cuaca malam ini cukup baik. Saya dan suami ditempatkan di minivan no.1 dimana tour guidenya bernama Bryjan dan dia merupakan guide paling tua/senior di tour ini. Sebelum tour dimulai kita dibriefing dulu dan Bryjan malam itu tampak cukup optimis kita bakal bisa mendapatkan aurora karna cuaca cukup bagus tanpa hujan salju. Sekitar jam 18.40 minivan kami bergerak dan memulai perjalanan hunting aurora ini. Saya berdoa sepenuh hati semoga perjalanan kami aman dan kita bisa melihat dancing aurora yang indah itu, memenuhi bucket list saya ke scandinavia ini..🤲🕋

Ini tour guide kami Bryjan, sedang memberi briefing sebelum kami berangkat.

Saat briefing ini dia terlihat optimis kami bisa melihat aurora.

Minivan kami berjalan beriringan, sepanjang perjalanan Bryjan sibuk koordinasi dengan tim nya melalui hp untuk saling mengawasi langit. Dari pembicaraan mereka kita bisa tau Bryjan adalah leader/pemimpin dari group tour ini. Setelah 1,5 jam perjalanan dengan minivan Bryjan mengumumkan bahwa cuaca berubah kurang baik dan langit penuh kabut. Jika ingin melihat aurora kita mesti menemukan langit yang cerah, salah satu clue nya adalah kita bisa melihat bintang di langit. Karna dia belum melihat bintang, jadinya kami akan terus melanjutkan perjalanan, sampai mungkin ke wilayah Finlandia. Btw saya dan suami juga ikut melihat perkembangan aurora di aplikasi "My Aurora" dan "AuroraMe" dari hp. Dari aplikasi ini memang di wilayah Tromso tidak terlihat aurora. Aurora malam itu terlihat di wilayah Swedia dan Finlandia Utara.

Aplikasi Aurora Me.

Aplikasi My Aurora.

Jadi sebelum berangkat saya dan suami memang sudah sama-sama download aplikasi ini untuk mengetahui probabilitas kita melihat aurora. Agar kita bisa menentukan waktu/tanggal hunting aurora yang tepat. Selain itu aplikasi ini juga menampilkan live cam wilayah yang sering terlihat aurora. Jadi kita bisa lihat langsung dari live cameranya apakah aurora terlihat atau tidak. Dan pastinya aplikasi ini memerlukan jaringan internet yang mumpuni agar bisa digunakan real time untuk mengetahui cuaca serta penampakan aurora. Untung kami pakai modem Javamifi sehingga tetap selalu terhubung dengan jaringan internet sepanjang tour hunting aurora ini.

Tampilan live cam di aplikasi My Aurora malam itu sudah memperlihatkan aurora di Finlandia & Swedia.

Ada beberapa titik live cam yang bisa kita lihat.

Cukup jauh iring-iringan minivan kami berjalan. Sampai kami melewati perbatasan negara Norwegia dan Finlandia. Officially kami sudah masuk negara Finlandia dan setelah 3 jam perjalanan, minivan kami berhenti di satu tempat gelap dan penuh salju. Bryjan mengatakan suhu diluar cukup dingin di -20°C dan dia juga bilang kalo kami ga kuat dingin dan butuh thermal suit silakan minta karna mereka menyediakan thermal suit buat yang mau pake.

Dia bilang malam ini ternyata forecast nya tidak begitu update karna bertepatan dengan hari minggu dimana pekerja tidak masuk kantor jadi kebanyakan mesin yang bekerja. Sehingga prakiraan cuaca tidak bisa jadi patokan kita saat ini. Buktinya sepanjang perjalanan 3 jam langit terus berkabut walau tidak ada hujan/salju. Tapi dia bilang kita sama-sama berharap mudah-mudahan di sini kita bisa lihat aurora, karna tadi dia sempat lihat bintang di langit.

Bryjan mulai meletakkan tripod dan menyetel kameranya. Aurora kadang lebih mudah ditangkap oleh kamera daripada mata manusia. Dia mulai menentukan satu titik dan menjepret kameranya, tapi kami belum menemukan apa-apa dilangit. Dia bilang kita foto-foto aja dulu, siapa yang mau difoto. Kami pun bergantian difoto. Minivan group lain tampak dari kejauhan terparkir di area tidak jauh dari kami.

Foto awal kami belum ada aurora.

Lalu pelan mulai tampak semburat hijau ini.

Kami menunggu dalam gelap dan dingin membeku, jujur kami sudah mulai merasa putus asa karna si northen light yang kami harapkan itu belum juga terlihat. Jam sudah menunjukkan hampir pukul 12 malam. Diantara rasa lelah dan putus asa, tiba-tiba Bryjan bilang itu dia, menunjuk ke atas langit. Ya kami melihat auroa itu sekelibat lewat. Dia mulai menyuruh kami berdiri di depan kamera dan memfoto kami. Dan lucunya aurora malam itu benar-benar menari dan terlihat loncat-loncat dari satu sisi langit ke sisi lainnya. Sehingga Bryjan mesti gercep merubah-rubah posisi kameranya agar kami bisa berfoto dengan latar aurora. Alhamdulillah kami bisa melihat aurora itu dan punya foto dengan aurora dari kamera Bryjan.

My very first aurora.

Terlihat mulai menari.

Suamiku dan aurora pertamanya.

Auroranya berpindah-pindah dengan berbagai bentuk.

My bucketlist checked ✅️.

This is the northen light at Scandinavia.

Aurora nya kadang tipis kadang terlihat jelas.

Aurora yang kami lihat malam ini kurang kuat sehingga tidak bisa ditangkap oleh kamera HP. Hanya bisa ditangkap oleh kamera profesional tour guide kami. Saya berkali-kali mencoba foto aurora dengan HP S24 Ultra saya, hanya terlihat tipis, walau dari mata kita bisa lihat dia ada. Fenomena aurora yang kami lihat malam ini hanya sebentar mungkin hanya 30-40 menit. Tapi kami cukup beruntung karna tour yang kami ikuti mau hunting sampai ke Finlandia agar kami bisa melihat aurora, sedangkan di Tromso aurora sama sekali tidak terlihat.

Happy me.

Ini cukup besar terlihat.

Mesti sering mutar-mutar kamera karna aurora nya loncat-loncat lokasinya.

Berbagai macam rupa aurora.

Alhamdulillah.

Setelah aurora tidak terlihat, Bryjan menyalakan api unggun dan membagikan coklat panas untuk kami semua. Sembari menghangatkan diri di depan api unggun dengan segelas coklat panas di tangan, Bryjan mulai bercerita sejarah tentang aurora ini. Ternyata orang yang pertama menamai cahaya ini dengan nama Aurora Borealis adalah Galileo Galilei. Yang dikenal sebagai bapak astronomi observasional. Dimana pada awalnya tidak ada yang percaya ketika dia bilang melihat aurora di langit saat tengah malam. Tahun 1619 dia menamakan cahaya yang dia lihat itu dengan sebutan Aurora Borealis yang diambil dari nama dewi fajar Romawi (Aurora) dan dewa angin utara Yunani (Boreas). Waktu itu sulit buat dia menggambarkan cahaya ini karna belum ada kamera dan teknologi yang masih terbatas. Sehingga banyak orang yang tidak percaya. Sampai akhirnya teknologi berkembang dan penemuan aurora ini semakin dipelajari lebih dalam oleh para astronom modern.

Menghangatkan diri dekat api unggun.

Bryjan menceritakan sejarah aurora kepada kami semua.

Senang mendengar penjelasannya.

Seperti seorang bapak yang menceritakan dongeng kepada kita semua.

Setelah mendengar penjelasan sejarah dan pengetahuan tentang aurora yang sangat menarik dan cukup jelas dari Bryjan, kami lalu bersiap-siap untuk kembali ke Tromso. Perjalanan balik cukup panjang, minivan Bryjan menembus kegelapan malam kembali ke Tromso. Ketika kami tiba di meeting point, setiap peserta ditanya hotelnya satu-satu dan diantar ke hotel. Karna hotel kami berada dekat bandara Tromso (paling ujung) otomatis kami 2 orang terakhir yang diantar. Sebelum turun saya bertanya ke Bryjan, apa cuaca besok lebih baik dari malam ini? Karna kami masih ada 1 malam di Tromso, dan kalo memang cuaca bagus kami ingin ikut tour huting aurora bersama dia lagi besok. Dia langsung men-cek forecast di-device nya dan diam lama. Lalu dia bilang dia belum bisa memastikan cuaca dan probabilitas aurora besok karna dilihat malam ini besok hujan salju bakal lama.

Lalu dia bertanya kami dari mana, kami jawab Indonesia. Dia tersenyum lebar dan bilang kalau dia dulu sering ke Jepara karna punya usaha export hasil kerajinan kayu dari Jepara ke Norway. Dan dia juga bilang pernah 1 tahun tinggal di Bali, sampai anaknya yang kecil pernah sekolah di Bali juga. Wah seketika kehangatan terjalin antara kami. Sayangnya dia ga bisa bahasa Indo, jadi sedari awal semua komunikasi pakai bahasa Inggris. Dia bilang besok dia akan kabari kami jika cuaca bagus. Dan saya iseng bertanya apakah kami bisa mendapatkan diskon 50% untuk tour kedua ini? Dia dengan ringan menjawab, ya tentu saja. Dia tau malam ini aurora yang kami lihat tidak terlalu kuat. Dan kami sudah jauh-jauh datang dari Indonesia. Tapi dia juga takut menjanjikan apakah aurora akan terlihat lebih baik besok malam, karna prakiraan cuaca kurang bagus. Tapi minimal dia akan mengabari kami besok dan besok pula kami akan memutuskan apakah akan ikut tour hunting aurora bersama Bryjan lagi atau tidak. Kami sampai di kamar hotel jam 3 dinihari. Kami baca wag tour dari Indonesia mereka tidak melihat aurora walau ikut opsional tour hunting auroro dengan cruise malam ini di Tromso. Kabar ini sedikit membuat kami merasa beruntung karna kami sudah melihat aurora malam ini.

Next saya bakal cerita pengalaman hunting aurora saya berikutnya. Tetap ikuti dan baca lanjutan ceritanya ya guys. Pasti lebih seru dan banyak infonya. Untuk bisa tau update tulisan blog saya ini, silakan follow Instagram saya @chi2min. Karna saya akan info di-instagram setiap ada postingan atau tulisan baru di-blog. Semoga pengalaman dan info yang saya tulis ini bermanfaat. Jangan lupa share ke teman dan keluarga blog saya ini, terutama buat yang mau hunting aurora di Tromso juga.








Kamis, 13 Maret 2025

JAPAN WINTER TRIP 2025 DAY 3 - ASARI STATION, OTARU, HOKKAIDO, JAPAN.

Otaru Steam Clock.

Hari ketiga pada winter trip 2025 ini kita berencana pergi ke kota yg tak jauh dari Sapporo, nama kotanya Otaru. Tapi sebelum ke sana ada 1 tempat yang mau saya kunjungi namanya Asari Station. Sebuah stasiun yang bakal kita lewati sebelum tiba di kota Otaru.

Perjalanan dari hotel ke stasiun sempatin lihat ice festival susukino.

Masih on progress.

Wefie dulu kita.

Foto dengan landmark nya Sapporo he..he..

Kenapa saya mau ke Asari Station dulu, karna tempat ini cantik banget terutama saat winter. Lokasi stasiunnya dekat pinggir laut, dan ketika musim salju stasiun ini akan dipenuhi oleh salju yang menumpuk. Kapan lagi melihat view rel kereta pinggir laut yang penuh dengan salju kalau tidak mampir di Asari Station ini.

Untuk bisa singgah ke Asari Station, kita mesti naik kereta api lokal JR dari stasiun Sapporo. Jadi tidak semua kereta menuju ke Otaru akan berhenti di stasiun Asari ini. Hanya kereta lokal, sedangkan kebanyakan kereta dari Sapporo ke Otaru itu adalah express train atau kereta express yang tidak berhenti di tiap stasiun termasuk stasiun Asari.

Cara menuju ke stasiun Asari adalah naik kereta JR Hakodate Line dari stasiun Sapporo menuju stasiun Asari tiketnya ¥640/orang. Bisa cek jalur dan jadwal keretanya di gmaps. Karna kami telat jadi dapat jadwal keretanya agak kesiangan. Perjalanan ke Asari kurang lebih 35 menit dan view sepanjang perjalanan di kereta ini bagus banget. Jadi siapin kamera kalian ya. Tips dari saya usahakan duduk di sisi kanan dari arah laju kereta ya. Karna best viewnya di sisi bagian kanan dari arah laju kereta jika berangkat dari Sapporo ke Asari station.

Menjelang tiba di Asari kita bakal melewati kota-kota kecil di Hokkaido yang penuh salju, dari kejauhan tampak pegunungan. Nanti semakin mendekati Asari station kereta kita bakal melewati pinggir laut dan tentu viewnya indah. Bayangkan langit biru, laut biru dan salju yang menumpuk di pinggir rel.

Jalur rel kereta melewati pinggir laut.

Indahnya.

Tak terasa setelah 35 menit di dalam kereta dengan view memanjakan mata, akhirnya kami tiba di stasiun Asari. Begitu tiba di Asari kita langsung disambut dengan bangunan kayu stasiunnya yang khas. Tak banyak turis yang turun di stasiun ini, karna memang tempat ini tidak sepopuler Otaru, tapi bagi saya tempat ini cantik dan spesial. Begitu turun kereta kita berdua langsung exiciting mau melihat keindahan stasiun kecil ini. Karna memang dari kejauhan sudah tampak indahnya.

Yeay sampai juga kita di sini.

Asari station.

Ketika tiba di sana langitnya biru.

Kami berjalan-jalan menikmati suasana Asari yang damai jauh dari hiruk pikuk keramaian di sini. Banyak spot cantik untuk mengabadikan momen ketika berada di sini. Ada satu-dua restoran kecil yang dikelola oleh keluarga. Kami berjalan-jalan di pinggir pantainya sampai akhirnya langit biru berubah jadi kelabu dan hujan salju pun mulai turun. Dari hujan salju tipis lalu lama-lama mulai lebat. Kami pun memutuskan untuk menyudahi jalan-jalan kami di Asari karna angin dan hujan salju makin lebat membuat badan semakin dingin. Kami berjalan cepat kembali ke stasiun dan melanjutkan perjalanan naik kereta ke Otaru.

Vending machine yg instagramable di Asari.

Happy us.


Usahakan saat cuaca cerah ke sini.

Wefie dulu.

Sisi lain Asari Station.

Pake tongsis aja fotonya he..he..

Langit mulai berubah abu-abu dan makin dingin.

Langitnya dari biru jadi kelabu.

Hujan salju mulai turun.

Dari Asari ke Otaru sudah dekat, cuma beberapa stasiun lagi. Saya memutuskan untuk turun di Minami-Otaru Station, 1 stasiun sebelum stasiun Otaru. Kenapa demikian, karna dari stasiun ini lebih dekat ke Museum Music Box yang ada di Otaru. Tujuan pertama kita ke Otaru memang ke Museum Music Box nya dulu. Dari stasiun ini cuma jalan beberapa menit kita sampai ke Museum Music Box terbesar di Otaru, dimana di depannya terdapat Otaru Steam Clock yang jadi lambang kota Otaru. Kami menghabiskan waktu cukup lama di sini karna kita memang niat mau beli music box yang ada di sini. Agak bingung memilih karna ada banyak ragam, jenis, warna, lagu dan bentuk music box di sini. Pokoknya lucu-lucu semua.

Perjalanan dari stasiun minami otaru ke museum music box.

Ada rumah dengan hiasan ini, kita lihat bapak2nya bikin.

Uul dengan jaket merahnya.

Otaru steam clock di depan Museum Music Box.

Otaru steam clock yg jadi landmark kota Otaru.

Bagian dalam museum music box.

Jadi ini museum sekaligus toko music box dan lumayan luas terdiri dari beberapa lantai.

Ini view dari lantai 2 nya.

Di sini gw uda ga tau uul dimama karna kita memang nyari barang yg kita mau masing-masing.

Asyik banget lama-lama di sini.

Difotoin sama pengunjung lain.

Dan saya memutuskan beli music box yg ini karna dari pertama uda suka liatnya.

Setelah puas melihat, memilih dan membeli music box yang ada di Otaru Museum Music Box, kita lanjut jalan-jalan di Sakaimachohondori. Ini adalah jalan yang dipenuhi banyak toko, cafe dan restoran di kiri kanannya. Kami mampir ke Kitakaro yaitu salah satu toko kue yang menjual cream puffs enak di Otaru. Selain cream puffs nya kalian juga mesti coba ice creamnya, enak. Kita juga beli beberapa kue yang ada di sana. Harganya sekitar ¥300 s/d ¥450.

Suasana di depan museum music box.

Otaru cafe Hello Kitty di samping museum music box.

Di depan toko Kitakaro.

Foto-foto dulu karna bangunannya unik.

Ini kue khas Jepang.

Cream puffs nya yummy.

Es krim nya.

Enak dan ga mahal.

Puas jajan di Kitakaro kita lanjut berjalan-jalan di Sakaimachohondori. Tak lama kita melihat Snoopy Shop, wah jadi tergoda untuk masuk. Awalnya cuma mau lihat-lihat, tapi si uul malah jadinya belanja he..he.. Tapi memang lucu-lucu banget barang yang ada di toko ini. Puas jalan-jalan di Sakaimachohondori kami lanjut menuju Otaru Canal salah satu tujuan wisata yang ada di Otaru. Ternyata dari Sakaimachohondori masih cukup jauh berjalan kaki ke arah Otaru Canal, apalagi jalan yang kita lewati cukup licin beberapakali uul jatuh tergelincir. Jadinya kita tidak mesti berjalan pelan agar tidak jatuh tergelincir. Untungnya saya pakai sepatu boots proper yang memang khusus winter yang saya beli saat di UK dulu, jadi masih aman dipakai berjalan di sini. Tips dari saya usahakan pakai sepatu khusus winter yang bagian tapak sepatunya cukup bergerigi agar tidak mudah tergelincir dan jatuh di jalanan yang ada di Hokkaido.

Sakaimachohondori.

Snoopy shop.

Ada cap snoopy juga di sini.

Lucu banget.

Segala tentang snoopy ada di sini.

Ada cafe nya juga di atas.

Jangan lupa foto di sini.

Iconic vending machine di Otaru.

Uda mulai gelap.

Yg penting enjoy.

Jalanan penuh salju yg licin.

Setelah perjuangan cukup berat terutama oleh uul yang jatuh tergelincir berulang kali, akhirnya kami tiba juga di Otaru Canal yang terkenal itu. Tapi sayangnya kita sampai di sana langit uda gelap menuju malam. Tapi walau uda mulai malam, pengunjung tetap ramai di Otaru Canal ini. Kami tidak terlalu lama di sini. Cukup foto-foto dan video lalu melanjutkan perjalanan ke stasiun Otaru. Untungnya pas sampai di Canal ini, kita ketemu segerombolan pemuda dari Korea yang seru dan mau memfotokan kita berdua. Jadi kami punya foto-foto lumayan oke he..he..

Otaru canal.

Yg fotoin kita niat banget.

Disuruh ganti gaya mulu he..he..

Otaru canal yg terkenal itu.

Cantik juga pas malam hari ya.

Happy walau uda tergelincir sepanjang jalan.

Alhamdulillah, sampai juga di sini.

Selesai di Otaru Canal kami langsung ke stasiun Otaru untuk naik kereta kembali ke Sapporo. Kali ini kami naik kereta express dan kondisinya penuh sampai kami mesti berdiri sepanjang perjalanan dari Otaru ke Sapporo. Tiba di Sapporo kita tidak langsung balik ke hotel. Tapi kami mampir dulu ke Oodori Park, kebetulan ada Ice Festival yang tiap winter diadakan di sana. Cuma kita tidak mau melihat Ice Festivalnya, tapi mau mengecek lokasi meeting point untuk berangkat tour besok pagi. Karna takut kalau tidak cek lokasi malam ini, besok pagi ketinggalan bus tour nya. Jadi besok pagi kami bakal ikut one day tour ke beberapa tempat menarik di Hokkaido.

Setelah tau lokasi meeting point tournya kami baru melihat-lihat beberapa patung es yang ada di Ice Festival Oodori Park ini. Seru juga melihat banyak karakter yang dipahat dari es yang ada di sini. Ada beberapa karakter kartun juga pastinya. Kami ga terlalu lama di sini. Karna uda lumayan capek dan makin malam akhirnya kita pun kembali ke hotel untuk istirahat. Next saya bakal cerita tentang keseruan kami ikut one day tour keliling Hokkaido keesokan hari nya. Terus ikuti blog perjalanan ini ya. Dan jangan lupa follow instagram @chi2min untuk update perjalanan serta tips dan trik travelling lainnya..😁 

Meong di Ice Festival Oodori Park.

Minion.

Ada yg tau ini karakter apa?

Sapporo TV Tower di malam hari.

Bukan di menara eiffel ya ini he..he..

Jantung hatiku ada di Indo ahay..

Ini lucu banget patung es nya.

Suasana Ice Festival di Oodori Park.

Di bawah langit Sapporo.


Pengalaman Melihat Aurora di Tromso-Norwegia Untuk Pertama Kalinya.

  Aurora. Impian saya untuk melihat aurora sudah ada sejak saya berhasil ke Eropa tanpa tour tahun 2015 lalu. Tapi impian itu terhalang karn...