Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Malaysia. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Desember 2017

Perjalanan dari Batam ke Kuala Lumpur dan Pengalaman naik Turkish Airlines dari Kuala Lumpur menuju Istanbul (Euro Trip 2017 Day 1).

Kuala Lumpur International Airport (KLIA).

Jujur saja beberapa hari sebelum berangkat perasaan khawatir menghinggapi saya. Ada sedikit ketakutan karna saya meragukan diri saya sendiri. Beberapa kali curhat ke suami dan selalu ditenangin dengan kata-kata "InsyAllah adek pasti bisa, kan niatnya baik sayang." Malam sebelum berangkat saya susah tidur, mungkin karena nervous. Sedangkan saya mesti bangun pagi untuk naik ferry ke Singapura jam 6 pagi.

Tgl 24 Oktober 2017 saya memulai perjalanan keliling Eropa ini. Pagi-pagi sekali saya dan suami sudah berada di Pelabuhan Batam Center untuk naik ferry paling pagi menuju Singapura. Tiket ferry Batam-Singapura PP (pulang pergi) seharga 270-320ribu, sedangkan one way 190ribu. Harga segini didapat jika membeli tiket ferry-nya diluar pelabuhan. Karena tiket ferry di pelabuhan lebih mahal. Saya membeli tiket one way, sedangkan Bang Tomi membeli tiket PP karena cuma akan mengantar saya sampai Johor Bahru, lalu kembali ke Batam.

Jam 6 ferry kami berangkat menuju Singapura, setibanya di Harbourfront Singapura, kami lalu bergegas menuju stasiun MRT untuk menuju stasiun Kranji. Tiket MRT dari Harbourfront menuju Kranji sekitar 2,6 SGD. Di stasiun Kranji tinggal naik bus SBS 160 atau 170 menuju Johor Bahru dengan tiket seharga 2,4 SGD. Dari stasiun Kranji sudah sangat dekat menuju perbatasan antara Singapura dan Johor Bahru (JB).

Tiba di JB Sentral ternyata sudah jam 10 pagi waktu Malaysia, tadinya saya berencana ingin naik bus jam 10 menuju KLIA 2 (Kuala Lumpur International Airport 2) dari terminal Larkin Johor, tapi karena tidak keburu saya terpaksa menuju terminal Tun Aminah untuk naik bus menuju KLIA 2. Soalnya bus dari Larkin berikutnya jam 2 siang, sedangkan dari terminal Tun Aminah bus menuju KLIA 2 ada setiap jam. Kenapa saya ke KLIA 2 karena Mama Papa menunggu disana. Mereka naik pesawat Air Asia pagi dari Padang menuju KL dan mendarat di KLIA 2.

Dari JB Sentral saya naik bus menuju terminal bus Tun Aminah, tiketnya sekitar 2,5 RM. Setibanya di terminal bus Tun Aminah, saya langsung membeli tiket YoYo Bus seharga 59 RM menuju KLIA 2, saya dapat bus jam 12 siang. Rasanya berat sekali ketika mesti berpisah dengan Bang Tomi. Apalagi Bang Tomi tidak pernah naik MRT sendirian, selama ini selalu saya yang urus perjalanan ke luar negeri. Jadinya saya mesti mengingatkan dan menerangkan caranya secara detail ke Bang Tomi. 

Terminal bus Tun Aminah Johor Bahru Malaysia.

Suasana di terminal bus Tun Aminah.

Counter resmi YOYO Bus di Tun Aminah.

YoYo bus yang mengantar saya dari JB ke KLIA 2.

Suasana di dalam bus YoYo.

Perjalanan dari JB menuju KLIA 2 memakan waktu 4-5 jam. Saya tiba di KLIA 2 sekitar jam 16.30 sore. Alhamdulillah tiba di KLIA 2 langsung ketemu Papa dan Mama yang sudah menunggu sejak siang tadi. Kami lalu menuju KFC di lantai atas karena saya kelaperan he..he., maklum bus yang saya tumpangi adalah bus express jadi tidak ada berhenti di tempat makan (peristirahatan), cuma berhenti satu kali untuk toilet. Seperti biasa saya memesan menu favorit saya di KFC Malaysia yaitu kentang goreng saus keju mayones.

Setelah kenyang, saya lalu pamit ke Mama Papa untuk mandi di shower room yang tersedia di KLIA 2 ini. Maklum badan saya udah gerah karena berangkat sejak Subuh dari Batam. Setelah mandi, saya lalu mengajak Mama Papa untuk pindah ke bandara KLIA, karena pesawat Turkish Airlines yang akan membawa kami ke Eropa berada di KLIA. Jarak antara bandara KLIA dengan KLIA 2 ini cukup dekat. Tinggal naik sky train antar bandara.

Setibanya di KLIA kami lalu mencari counter check-in Turkish Airlines, tapi ternyata belum buka. Jadinya kita pun duduk sambil menunggu counter check-in nya buka. Tak lama menunggu kami pun sudah bisa check-in dan mendapat boarding pass dengan nomor kursi sesuai dengan yang sudah saya pesan sebelumnya. Ini enaknya naik maskapai Turkish Airlines, kita bisa memesan seat yang kita inginkan saat membeli tiket, atau beberapa bulan sebelum berangkat. Bagasinya pun 30kg tiap orang.

Cek jadwal buka counter check-in Turkish Airlines ke Istanbul.

Menunggu counter check-in buka bareng Papa.

Mama udah keren banget mau naik pesawat he..he..

Antri check-in di counter Turkish Airlines KLIA.

Selesai check-in kami lalu menuju bagian imigrasi untuk pemeriksaan paspor lalu lanjut menuju ruang tunggu keberangkatan. Pesawat kami menuju Istanbul dijadwalkan berangkat jam 23.30 malam. Selagi menunggu kami pun mencari Mushala untuk sholat dan mencari kursi yang nyaman untuk beristirahat. Sekitar jam 23.00 kami dipersilakan untuk naik ke atas pesawat. Karena memilih kursi bagian depan jadi bisa melihat bisnis class Turkish Airlines saat masuk pesawat. Mudah-mudahan suatu hari nanti saya bisa merasakan duduk di kursi bisnis class ini..Amin.

Kabin Turkish Airlines.

Saat tiba di kursi pesawat sudah tersedia bantal kecil, earphone dan selimut di masing-masing kursinya. Layout kursinya 3-3-3. Kesan saya pertama duduk di kursi pesawat ini lumayan nyaman dan TV entertainment setiap kursinya juga cukup besar dengan banyak pilihan hiburan. Film-film yang tersedia baru, dan juga ada live camera bagian depan dan bawah pesawat sepertinya tipe pesawat ini sama dengan tipe pesawat Qatar Airlines yang pernah saya naiki. Cuma menurut saya jarak antar kursinya tidak terlalu lebar, jadi untuk orang-orang dengan kaki yang panjang akan sedikit menyusahkan.

Fasilitas bantal, selimut dan earphone yang tersedia disetiap kursi.

Hiburan TV disetiap kursi untuk membunuh bosan sepanjang perjalanan.

Pilihan hiburan yang bisa dipilih selama didalam pesawat.

Kami diatas pesawat Turkish Airlines dari KL menuju Istanbul.

Sekitar jam 23.30 pesawat yang kami tumpangi take off. Tak lama setelah take off pramugari langsung sibuk, ada yang membagikan amenities kepada setiap penumpang dan sebagian lagi sibuk menyiapkan makanan. Amenities yang kita dapat selain bantal, selimut dan earphone tadi, adalah dompet kecil yang berisi berbagai macam kebutuhan kita selama diatas pesawat seperti earplug, penutup mata, sendal, kaus kaki, penggosok gigi + odol dan limbalm. Ini kelebihan dari Turkish Airlines amenities-nya banyak dan semua boleh dibawa pulang selain itu merk yang digunakan juga brand ternama, saat berangkat kami dapat dompet kecil dari brand Institut Karite Paris. Pembagian amenities ini disertai dengan pembagian menu makanan yang disediakan selama penerbangan ini.

Tak lama setelah itu, makanan pun dibagikan. Untuk makan malam ini ada 2 menu yang bisa kita pilih yaitu daging sapi atau pasta. Kami bertiga memilih menu yang sama yaitu daging sapi. Wah menu yang dihidangkan cukup menggoda selera. Ada makanan pembuka berupa salad udang, lalu makanan utama daging sapi + kentang tumbuk dan sayuran, lalu dessertnya berupa chesse cake..yummy.. Tak lupa diberikan roti sebagai pelengkap. Pilihan minumannya pun beragam, mulai dari macam-macam jus buah, softdrink, dan minuman berakohol. Untuk makan malam ini saya pilih minumnya air putih saja, tapi sepertinya pramugari yang melayani saya kurang mendengar permintaan saya jadi yang diberikan malah sparkling water he..he..

Menu makan malam yang disediakan Turkish Airlines dari KL-Istanbul.

Oya nenurut saya pramugari Turkish Airlines yang melayani kami dipenerbangan ini kurang ramah alias judes. Jarang sekali tersenyum dan tampangnya sangar ha..ha.. Jadi sedikit nilai minus nih buat Turkish Airlines karena pramugari-nya kurang ramah. Kebalikan dengan pramugara-nya, nah buat hal ini nanti saya cerita pengalaman kami kembali dari Eropa ke Indonesia.

Asli puas dengan makanan pertama yang dihidangkan. Apalagi dessert-nya top markotop, saya malah embat dessert papa juga, soalnya papa ga suka chesse cake he...he.. Perut kenyang, kami pun lalu tidur, penerbangan dari KL menuju Istanbul ini memakan waktu kurang lebih 10 jam. Jadi ya siap-siap tidur yang banyak atau kalau ga bisa tidur bisa nonton atau main game dari layar TV didepan kursi kita. Sepanjang perjalanan ini selain tidur saya asyik nonton film The Mummy terbaru yang diperankan Tom Cruise juga main beberapa games yang tersedia.

Dua jam sebelum mendarat di Istanbul, kami kembali diberi makanan berupa menu sarapan. Menu utamanya terdiri dari scrambled egg + jamur dan tomat bakar. Sedangkan makanan pembuka berupa salad dengan keju khas Turki, lalu dessert berupa buah-buahan. Kali ini untuk minumannya saya memesan jus Cherry. Untuk menu kedua ini saya tidak terlalu suka, karena memang bukan selera saya, sayangnya tidak ada pilihan lain untuk menu sarapan ini, semuanya sama. Tapi minuman jus Cherry yang saya pesan ternyata enak banget. Rasanya manis asem seger gitu, jadinya setelah ini kami selalu pesan jus Cherry sebagai minuman selama naik Turkish Airlines he..he..

Menu sarapan di Turkish Airlines.

Minuman yang warna hitam itu jus Cherry yang endes.

Wefie pas makan diatas pesawat Turkish Airlines.

Pada ga habis sarapannya karena ga sesuai selera kita he..he..

Satu lagi nih yang saya suka dari Turkish Airlines adalah fasilitas yang disediakan didalam toilet pesawatnya, selain terdapat body lotion juga terdapat splash cologne yang enak banget wangi-nya. Maklum brand ternama yaitu Chopard punya. Jadinya setiap ke toilet saya selalu pakai spash cologne-nya sehingga selalu wangi dan segar sepanjang penerbangan he..he..

Keesokan harinya, sekitar jam 5 pagi waktu Istanbul Turki, kami mendarat di Ataturk Airport. Pendaratan berjalan mulus dan bisa dilihat prosesnya melalui live camera bagian depan ataupun bagian bawah pesawat. Seru juga melihat proses pendaratan ini dari live camera, rasanya kita seperti pilot yang bertugas he..he..

Alhamdulillah mendarat mulus di Ataturk Airport Istanbul.

Walau muka bantal dan jetlag tetap semangat foto-foto, tapi blur ternyata he..he..

Setelah mendarat kami lalu masuk ke bandara Ataturk Istanbul dan mencari tau tempat pendaftaran untuk ikut tour gratis "Istanbul in Hours" dari Turkish Airlines. Nah gimana serunya kami ikut tour gratis keliling Istanbul ini bakal saya ceritakan pada postingan berikutnya. Jadi terus ikuti blog ini ya dan semoga bermanfaat. Buat yang tidak ingin ketinggalan info update-an blog ini bisa follow Instagram saya @chi2min. Soalnya bakal selalu diberitahu melalui instagram postingan terbaru blog ini. So jangan sampai ketinggalan..

Minggu, 16 April 2017

Japan Sakura Trip 2017 Day 1 - From Batam to Kuala Lumpur.

Nikmati traveling itu seperti proses.

Pagi sekali sehabis solat Subuh kami menuju pelabuhan Batam Center. Hari ini adalah hari kami memulai perjalanan kami ke Jepang. Karena beli tiketnya ke Jepangnya dari Kuala Lumpur (KL), jadinya hari ini kami berangkat dari Batam menuju KL via Singapura. Kenapa via Singapura bukan via Johor Bahru (JB)? Sebenarnya memang ada ferry dari Batam langsung ke Johor, tapi kuantitasnya ga sebanyak ferry dari Batam ke Singapura. Makanya kami lebih memilih naik ferry ke Singapura, lalu lanjut naik bus 15-20 menit dari Singapura ke Johor. Dari Johor tinggal naik bus seharga RM35 atau 100ribuan sampai ke KL.
 
Traveling itu tidak hanya menikmati destinasi yang akan dituju, tapi juga menikmati perjalanannya.

Kenapa saya memilih naik bus, karena memang tidak ada penerbangan langsung dari Batam menuju bandara Kuala Lumpur International Airport (KLIA) atau KLIA2. Dan waktu keberangkatan penerbangan kami ke Jepang ini siang hari, jadi ga keburu jika kami naik bus langsung ke KLIA2 dari Johor seperti saat kami ke Korea dulu (saat ke Korea penerbangan tengah malam). Jadi terpaksa kami naik bus ke KL dan menginap semalam dulu di KL.

Berikut detail perjalanan kami pada hari pertama. Pertama kami naik ferry Sindo dari Batam ke Singapura jam 06.00 pagi. Sengaja memilih ferry paling pagi karena menghindari antrian imigrasi di Singapura yang panjang mengular saat weekend. Kalau perginya pas weekdays pasti kami berangkat lebih siang he..he.. Kalau ada yang penasaran berapa tiket ferry ke Singapura dari Batam pulang pergi adalah 320ribu. Sesampainya di Harbourfront Singapura naik MRT langsung menuju stasiun Kranji sekitar SGD2.5.

Tiba di stasiun Kranji langsung keluar ke pintu exit C. Nanti didepan exit C akan terlihat halte pemberhentian Bus SBS no.160/170 menuju Johor Bahru. Bus SBS no.160 hanya mengantar sampai JB Sentral, sedangkan bus SBS no.170 akan mengantar kita sampai ke terminal Larkin. Karena saya mau naik bus ke KL dari terminal Larkin jadinya pilih bus SBS no.170. Alhamdulilah pas kami keluar exit C stasiun MRT Kranji, pas pula bus SBS no.170 parkir dihaltenya. Langsung aja kita berdua naik trus bayar sekitar SGD2.4 sampai ke terminal Larkin. Btw kalau naik bus di Singapura sediakan uang pas ya, karena tidak ada kembalian kalau uang kita berlebih hiks..hiks..

Ga lama diatas bus kita sudah sampai di Imigrasi Woodlands perbatasan Singapura dan Johor Bahru. Kita semua turun dan melakukan proses imigrasi keluar negara Singapura, lalu naik bus lagi menuju imigrasi Johor di JB Sentral. Tiba di JB sentral setelah proses imigrasi Malaysia selesai tinggal naik bus SBS no.170 lagi menuju terminal Larkin. Selama perjalanan dengan bus SBS ini tiketnya jangan sampai hilang ya, kalau hilang terpaksa beli tiket lagi. Karena tiket bus ini harus selalu ditunjukkan setiap kita naik turun busnya karena proses Imigrasi 2 negara ini.

Kami tiba sekitar jam 12 siang di terminal Larkin. Ternyata sedang ada renovasi besar-besaran di terminal ini. Awalnya agak bingung pas pertama nyampe karena banyak perubahan yang terjadi. Tapi ada satu hal yang terasa berbeda, saat ini sudah tidak ada lagi calo yang memburu kita begitu keluar dari bus SBS 170. Dulu biasanya baru aja menginjakan kaki di terminal Larkin sudah ada aja calo yang menawarkan tiket ke KL, Malaka, Penang dll he..he.. Karena tidak ada lagi calo otomatis kita mesti cari tiket busnya langsung ke counter yang ada didalam gedung terminal. Sayang sekali setelah mencari hampir ke semua counter tiket bus, kami kehabisan tiket bus yang jam 12.30. Jadinya kami membeli tiket bus keberangkatan berikutnya yaitu jam 13.30. Lagi-lagi ini karena weekend, jadi tiket bus cepat habis. 

Suasana di terminal Larkin yang sedang dalam tahap renovasi.

Di Larkin ini banyak sekali armada bus yang tersedia untuk ke KL. Jadi tinggal memilih yang sesuai. Banyak yang menyarankan naik bus Transnasional, tapi karena bus ini favorit jadi ya tiketnya sudah habis hanya tersisa keberangkatan malam he..he.. Kemaren kami naik bus Causeway Link, dan menurut kami busnya cukup bagus, kami malah dapat bus tingkat 2 (double decker) yang sangat nyaman dengan kursi besar, empuk, lengkap dengan tempat kakinya. Susunan kursi dalam bus ini adalah 2-1, jadi sangat lega. Harga tiket bus dari Johor ke KL ini sebesar RM35 atau 100ribuan. Butuh waktu kurang lebih 4 jam dari Johor Ke KL, tapi lagi-lagi karena weekend jadinya kami terkena macet sepanjang perjalanan dan menghabiskan waktu 6 jam perjalanan.

Ini bus double decker Causeway Link yang akan mengantar kami ke KL, tidak disponsori oleh teh tarik ya he..he..

Suasana didalam bus, kursinya 2-1 seperti executive bus di Indonesia.

Sampai di KL sudah Magrib. Kami turun di Terminal Bersepadu Selatan (TBS). Terminal ini super duper besar dan keren. Lebih mirip bandara ketimbang terminal bus he..he.. Mudah-mudahan negara kita bisa bikin terminal bus kayak ini juga. Terminal bus ini terhubung dengan jalur kereta api yang akan mengantarkan kita ke pusat kota Kuala Lumpur. Tinggal naik ke lantai 2, lalu melewati jembatan penghubung antara terminal bus dengan stasiun kereta api Bandar Tasek Selatan. Lalu beli token sekitar RM2 untuk sampai ke KL Sentral. Jarak dari stasiun Bandar Tasek Selatan sampai ke KL Sentral ini cuma beberapa stasiun saja.

Sesampainya di KL Sentral kami sempatin beli makan malam dulu di KFC KL Sentral, baru setelah itu kami menuju hotel yang letaknya hanya beberapa ratus meter dari stasiun KL Sentral. Kenapa kami meilih hotel di area KL sentral ini, karena dari KL Sentral ini lah akses transportasi umum paling banyak menuju bandara KLIA 2. Dari KL sentral kita bisa pilih naik bus atau kereta api express menuju bandara KLIA 2. Karena sudah kemalaman dan hujan, jadinya kami tidak jalan-jalan di KL malam itu dan beristirahat saja di hotel.

Makan malam kami saat di KL.

Selama transit semalam di KL, kami menginap di My Hotel KL Sentral. Booking melalui booking.com dapat harga RM82 untuk kamar tipe superior dengan double bed. Hotelnya bersih nyaman dan ukuran kamarnya pas. Fasilitas yang disediakan juga lengkap mulai dari AC, TV, pemanas air, Wifi gratis, handuk, peralatan mandi dll. Lokasi hotelnya juga strategis dekat dengan stasiun dan banyak tempat makan disekitar area hotel. Bisa dijadiin referensi hotel buat teman-teman kalau sedang di KL.

Tempat tidur di My Hotel KL Sentral.

Suasana kamar mandi My Hotel.

TV, kunci elektrik dll fasilitas hotel yang cukup lengkap.

Next saya bakal posting lanjutan perjalanan kami hari berikutnya, sekaligus penjelasan tentang Welcome Tokyo Pass yang kami gunakan untuk keliling Tokyo selama 3 hari. Terus ikuti ya. Semoga dapat terus berbagi pengalaman, informasi dan bermanfaat..!!!

Rabu, 07 Oktober 2015

Day 8 - 13 Sep 2015 Seoul-KL-Singapura-Batam (Korea Trip 2015)

Setelah semalaman tidur di bandara Incheon, paginya kami bangun dan bersiap-siap untuk check in. Jangan salah ga hanya kami yang melakukan hal ini, tapi ada banyak traveler yang melakukan hal yang sama. Jadi kita tidurnya rame-rame dengan traveler lain paling tinggal pilih tempat duduk yang panjang tanpa pembatas, jadi bisa tidur lempeng. InsyAllah aman kok tidur di bandara Incheon, karena tiap jam ada polisi yang patroli disekitar kita. Saya sih tidur lelap, Bang Tomi katanya sesekali bangun untuk cek keadaan dan melihat saya tidur. Oh so sweet nya suamiku he..he.. Karena konter check in nya belum buka, kita sarapan dulu pake pop mie. Kebetulan ga jauh dari tempat kami duduk ada nursery room, disana ada air panas yang bisa kita ambil cuma-cuma, jadi bisa bikin pop mie deh. Kalau air minum banyak tersedia drinking water di bandara ini.

Bandara Incheon.

Tidur di bandara ga da masalah.

Perut kenyang, konter check in pun buka. Lalu kita berdua check in deh. Karena uda web check in sebelumnya, jadi kita tinggal masukkan bagasi dan tukar kertas web check in nya. Proses check in berjalan cepat, walau pelayanan petugas Air Asia di Incheon ini tidak seramah petugas Air Asia di KL. Soalnya pas saya minta ganti no kursi agak didepan, petugasnya ga mau bantu. Katanya mesti bayar, sedangkan di KL saya bisa ganti no kursi tanpa bayar sepersen pun. Ya sudahlah, kita cukup puas dengan no kursi yang uda kita dapat dari web check in sebelumnya. Beres check in, kita langsung masuk masuk ke imigrasi. Setelah dari Imigrasi kita langsung mencari shower room buat mandi. Shower room pertama yang kita datangi teryata penuh, dan mesti daftar dulu kalau mau pake shower room nya. Syarat kita bisa daftar dan pakai shower roomnya mesti menunjukkan boarding pass tiket sebelumnya yang menyatakan kita adalah penumpang transit. Karena kita ga punya boarding pass yang menyatakan kita penumpang transit, jadi ga boleh pake shower roomnya. Rada kecewa karena kita ditolak dan petugasnya juga ga mau bantu.

Ruang tunggu di area transit Incheon.

Saya suka explore bandara dan membandingkannya satu dengan yang lain.

Ya sudah, dengan sedikit kecewa kita menuju ke waiting room penerbangan kita yang ternyata mesti naik shuttle train lagi menuju ke sana. Trus saya membesarkan hati, sambil bilang nanti aja pas nyampe KL kita mandi Bang, kan ada shower room juga disana. Pas nyampe di transit area penerbangan kami, ternyata disana juga ada shower room. Dan shower room nya kosong, ga da satu pun yang dipakai. Jadinya kita berdua langsung masuk deh. Mandi sampai bersih dan wangi di dalam he..he.. Oya di Incheon juga ada mushola jadi urusan ibadah aman. Selesai mandi kita pun menuju ruang tunggu pesawat, sedikit buru-buru ke sana karena waktu tinggal 30 menit lagi sebelum kami take off, takut ketinggalan pesawat. Apalagi ruang tunggu kita diujung jauh dari shower roomnya, lumayan bakar kalori lari-lari sambil dorong troli he..he.. Sempat duduk sebentar, akhirnya kami dipanggil untuk naik keatas pesawat.

Shower room tempat kita mandi di Incheon kemaren.

Fasilitas shower roomnya lengkap ada hairdryer segala.


Penunjuk arah Mushola di Incheon.

Mushola di bandara Incheon.
Arah kiblat yang disediakan di bandara Incheon.



Saya lari nih disini, karena ruang tunggu 108 tempat kita nunggu pesawat jauh di ujung.

Pesawat kami take off sesuai jadwal jam 9.30 pagi waktu Seoul. Saat take off cuaca cerah dan langit biru. Dan syukurnya dibangku 3 orang ini, hanya kami berdua isinya. Jadi lagi-lagi saya tidurnya bisa lempeng, dipaha bang Tomi.  Tapi penerbangan tenang dan damai ini hanya 3 jam pertama. Ditengah-tengah penerbangan pesawat kita mulai mengalami gonjangan. Pilot menghidupkan peringatan untuk memakai seatbelt ditengah penerbangan ini, karena cuaca diluar cukup berawan dan turbulance. Saya mulai deh takut dan ga bisa tidur 3 jam berikutnya sampai pesawat kami mendarat di KL. Kalau Bang Tomi mah dia pelor, jadi tidur aja tetap sampai mendarat. Mungkin karena semalam Abang juga kurang tidur karena jagain saya.

Nyampe KL ternyata kabut asap saudara-saudara. Kami yang seminggu di Korea ga tau kalau negara kita mengalami bencana kabut asap dan sampai di KL. Sampai-sampai saat mau mendarat saja bau asap ini bisa tercium didalam kabin pesawat. Dan saya sempat bingung, kok daratan belum kelihatan juga sedangkan kita uda mau mendarat. Ternyata asap tebal yang menghalangi pandangan. Untung kami mendarat dengan mulus dan lancar, Alhamdulillah. Malu sebenarnya melihat kabut asap ini dari negara kita, sampai di negara tetangga. Setelah mendarat kita langsung menuju imigrasi bandara dan mengambil bagasi.

Kabut asap di KLIA2 saat kami mendarat.

Kami mendarat lebih cepat 20 menit dari estimasi awal penerbangan. Setelah bagasi kita ambil, kami berdua pergi ke konter penjualan tiket bus ke Singapura dulu untuk beli tiket bus. Setelah melihat jadwal busnya, kita memutuskan untuk beli tket bus yang paling malam aja agar sampai di Singapura keesokan paginya. Soalnya kalau dipaksa naik bus siang atau sore ini, kami bakal kemalaman sampai Singapura dan ga kan keburu ngejar feri untuk ke Batam. Perjalanan bus dari KLIA2 ke Singapura kurang lebih 6-7 jam. Karena mesti melewati 2 imigrasi Malaysia dan Singapura. Makanya lebih baik ambil bus malam aja. Jadi nyampe Singapura pagi dan langsung ke harbourfront buat naik feri ke Batam. Kami beli tiket bus starmart yang jam 23.30 seharga RM60 perorang. Jadi tiket bus ke Singapura dari Malaysia, jauh lebih murah dibanding tiket bus dari Singapura ke Malaysia karena mesti dibeli pake Dollar Singapura. Tiket bus uda ditangan kita lanjut buat makan di foodcourt bandara. Karena uda laper banget belum makan siang. Kita berdua langsung menuju foodcourt buat makan siang.

Tempat pembelian tiket bus di lantai dasar bandara KLIA2.

Foodcourt ini memang uda jadi incaran saya sejak kita mau berangkat ke Seoul sebelumnya. Karena ada banyak stan makanan yang menarik perhatian kami disana. Setelah melihat-lihat, akhirnya saya pesan mie hotplate dan Bang Tomi memesan nasi briyani. Selesai makan kami berdua kepengen minum bublle tea. Untung ada Gong Cha dilantai 1 KLIA2. Jadinya kita pun mampir disini buat beli bubble tea. Ga terasa uda magrib aja. Selesai solat, kami habiskan waktu berduaan di ruang tunggu terminal bus KLIA2. Quality time banget kita berdua disini, bercerita banyak hal, tertawa dan ga hentinya bercanda. Saya sampai ga berhenti tertawa karena ulah Bang Tomi.

Mie hotplate pesanan saya di foodcourt KLIA2.

Ruang tunggu terminal bus di KLIA2.

Ga jauh dari tempat kami duduk, ada nursery room, jadi ada air panas. Saya sempatin bikin teh hangat sebelum berangkat naik bus malam ini, biar ga masuk angin. Jam 23.15 bus kami pun datang dan kami pun berangkat ke Singapura. Bus Starmart ini jauh lebih bagus dari bus Yoyo yang saya naiki dari Johor sebelumnya. Bus Starmart kursinya selain lebih besar, juga ada fasilitas pijitnya. Jadi selama perjalanan tinggal tekan tombol disamping, kita bisa dipijit oleh kursinya he..he.. Karena kecapaian kita berdua tidur pulas. Kebangun hanya karena mesti masuk imigrasi di Johor Bahru dan Singapura. Karena waktu itu senin pagi jadinya antrilah buat masuk imigrasi Singapura dari Johor. Ga cuma pekerja yang kita lihat mengantri subuh itu, tapi juga anak sekolah SD, SMP, SMA. Wah-wah baru tau kalau ada anak sekolah yang bersekolah di Singapura tapi tinggal di Johor, ga kebayang deh mesti berangkat subuh dan bawa paspor segala cuma buat sekolah. Tapi mereka tampak sudah terbiasa dan bersemangat. Mungkin demi pendidikan yang lebih baik.

Sekitar jam 7 pagi kami baru sampai di pemberhentian bus di Singapura. Kami langsung menuju stasiun MRT terdekat. Kami naik MRT menuju harbourfront untuk naik feri pagi ini ke Batam. Sampai di pelabuhan harbourfront jam 8.30 dan dapat feri jam 9.00 ke Batam. Alhamdulillah semua dilanjarkan, dan sekitar jam 09.20 pagi kami tiba di Batam.

Hasil pengamatan saya selama seminggu di Korea adalah :
  1. Orang Korea rata-rata ramah dan baik kepada Turis, terutama jika kita bertanya arah, mereka pasti akan berupaya membantu. Walau terkadang bahasa menjadi kendala, tapi mereka tetap berusaha membantu kita.
  2. Makanan khas Korea rata-rata enak dan rasa pedasnya cocok dengan lidah orang Indonesia.
  3. Orang tua di Korea sangat perhatian dan mencintai anak-anak mereka.
  4. Wanita Korea akan berdandan habis-habisan saat masih gadis (jarang kita melihat gadis Korea yang tidak memakai lipstik atau dandan), tapi setelah mereka menikah dan menjadi seorang ibu mereka sepertinya tidak lagi berdandan he..he.. Itu membuktikan rasa cinta & semua perhatian mereka hanya kepada anak-anaknya.
  5. Para pria di Korea sangat romantis, mereka tidak ragu memakai baju yang sama dengan pasangannya. Sampai mau memakai bando bermacam bentuk feminim di Everland untuk menyenangkan hati pasangannya.
  6. Para pria di Korea sangat menjaga penampilan mereka, baik muda maupun tua.

Pengalaman Hunting Aurora Yang Sangat Berkesan di Tromso Untuk Kedua Kalinya.

  Hai Miss Aurora. Kalian uda baca pengalaman hunting aurora saya pertama kalinya di Tromso belum? Kalau belum silakan baca disini ya. Soal...