Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bukittinggi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 September 2016

Itinerary 4 Hari Menikmati Pesona Keindahan Sumatera Barat (#ExploreSumbar)


Ranah Minang Rancak.
Disela-sela kesibukan saya mempersiapkan trip berikutnya, saya ingin berbagi contoh itinerary keliling kampung halaman saya Sumatera Barat. Kebetulan lebaran Idul Fitri dan setelah lebaran Idul Adha kemaren saya berkesempatan untuk menikmati indahnya alam Sumatera Barat bersama keluarga. Sebagai orang minang saya selama ini terpaku dengan wisata yang itu-itu saja di Sumatera Barat, ternyata masih banyak yang belum saya explore. 



Mungkin yang dapat saya bagi didalam contoh itinerary keliling Sumatera Barat ini baru sedikit. Karena saya yakin masih banyak potensi wisata ranah minang yang belum tergali dan terpublis secara luas. Berikut perjalanan saya selama 4 hari menikmati indahnya pesona alam Sumatera Barat.

Hari Pertama (Padang - Solok - Sawahlunto - Batusangkar - Payakumbuh) :

  • Perjalanan dimulai dari kota Padang pada pagi hari. 
  • Lalu mengikuti jalan menuju arah kota Solok, sebelum mencapai kota Solok jangan lupa makan Sup Abang yang terkenal enak didaerah Cupak. 
    Makan Sup Abang di Solok.
  • Setelah perut kenyang lanjutkan perjalanan melewati kota Solok dan Silungkang menuju kota batubara Sawahlunto.
  • Tiba di kota Sawahlunto explore kota yang kaya akan wisata sejarah dan peninggalan tambang batubaranya ini. Di sini kita bisa melihat Museum Batubara Bukit Asahan, Peninggalan Lubang Penggalian Batubara Mbah Soero, Museum Kereta Api, Infobox dll.
    Gedung peninggalan Bukit Asahan.
    Infobox Sawahlunto.
    Kota Sawahlunto yang asri.
    Museum kereta api Sawahlunto.
    Gereja tua di kota Sawahlunto.

    Suasana di museum batubara ombilin.
  • Sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi berikutnya jangan lupa mampir ke Puncak Cemara masih di kota Sawahlunto. Di Puncak Cemara ini kita bisa melihat indahnya kota Sawahlunto dari ketinggian.
    Puncak Cemara.

    Dari atas puncak Cemara ini kita bisa melihat keindahan kota Sawahlunto.
  • Setelah puas berkeliling kota Sawahlunto siangnya kita melanjutkan perjalanan ke kota Batusangkar via Talawi. Di Talawi jangan lupa mampir ke pusara salah seorang Pahlawan Nasional kita yaitu Prof. M. Yamin.
    Didepan makam pahlawan nasional M. Yamin.

    Makam M. Yamin.

    Tanda tulisan makam di tepi jalan Talawi.
  • Sesampainya di Batusangkar langsung menuju Istana Pagaruyung. Istana peninggalan kerajaan yang ada di Sumatera Barat. Disini kita bisa mendapat informasi mengenai adat budaya Minangkabau. Untuk yang ingin berfoto dengan kostum khas Minang bisa menyewanya disini dan berfoto dengan latar Istano Pagaruyuang.
    Bagian dalam Istano Pagaruyuang.

    Istana Pagaruyung.
  • Sorenya kita melanjutkan perjalanan menuju kota Payakumbuh. Di Payakumbuh check in hotel dan menginap semalam disini.  Malamnya jangan lupa mencoba makan kuliner khas Payakumbuh yaitu Martabak Kubang dan Sate Danguang-danguang.
Hari Kedua (Explore Payakumbuh - Bukittinggi) :
  • Sarapan di hotel lalu check out dan melanjutkan perjalanan ke Peternakan Sapi Padang Mangatas yang terkenal dengan sebutan New Zealandnya Sumatera Barat. Di sini kita bisa melihat pemandangan padang rumput yang luas dan sapi-sapi ternaknya, mirip dengan pemandangan yang ada di New Zealand. Untuk masuk ke wilayah ini tidak dipungut bayaran. Tapi kita cukup membayar 15 ribu perorang untuk naik odong-odong yang disediakan oleh pengelola untuk sampai di tengah-tengah peternakan yang luas ini. Jangan lupa untuk selalu mematuhi peraturan setempat dan budayakan antri karena disini pintunya sistem buka tutup.
    Peternakan sapi Padang Mangatas.

    Padang Mangateh dalam bahasa minangnya.

    New Zealandnya Sumatera Barat.

    Odong-odong untuk ke tengah peternakan.
  • Makan siang di pasar Payakumbuh tepatnya di kedai nasi Onang.
  • Lalu lanjutkan perjalanan ke Rumah Boneka/Barbie yang ada di kota Payakumbuh. Rumah ini belum banyak yang tau, jadi memang sedikit sulit mencarinya. Rumah bergaya Kanada ini sering dijadikan tempat foto prewed karena memang unik dan cantik.
    Rumah Barbie with Mom & Dad.

    Rumah nya cantik dan fotogenik.

    Bersama Mama & Papa tercinta.
  • Puas berfoto di Rumah Boneka/Barbie lanjutkan perjalanan ke Lembah Harau Payakumbuh. Lembah Harau ini sangat indah, ada beberapa tempat pemandian disini. Jadi jika berkeinginan mencoba tempat pemandiannya jangan lupa bawa baju renang dan baju ganti.
    Lembah Harau

    He..he..

    Kita di Lembah Harau Payakumbuh.
  • Malamnya lanjutkan perjalanan ke kota Bukittinggi, check in hotel dan bermalam di Bukittinggi.

Hari Ketiga (Explore Bukittinggi - Padang Panjang - Padang) :
  • Setelah sarapan dan check out dari hotel kita mulai berkeliling kota Bukittinggi. Kota ini memang sudah sangat terkenal tempat wisatanya. Pertama kita bisa berkeliling pasar atas untuk wisata belanja lalu berfoto di Jam Gadang Bukittinggi yang terkenal.
    Pasar Atas Bukittinggi bagian penjual souvenirnya.
    Jam Gadang Bukittinggi.
  • Lalu jalan-jalan ke Ngarai Sianok yang indah. Jangan lupa mampir ke Rumah Pohon Abdul untuk makan ataupun sekedar ngopi cantik sambil menikmati indahnya Ngarai Sianok.
    Menikmati indahnya ngarai sianok dari rumah pohon abdul.

    Chit-chat.

    Makin rame makin seru.

    Rumah pohon abdul.

    Tempatnya asyik dengan view yang indah.
  • Siangnya bisa beli nasi bungkus di Rumah Makan Family Benteng lalu makan siang sambil piknik di Benteng Fort de Kock. Biaya masuk kawasan wisata Benteng Fort de kock sebesar 15ribu perorang itu sudah termasuk biaya masuk ke kebun binatang Bukittinggi juga, karena dua kawasan wisata ini saling terhubung oleh Jembatan Limpapeh.
    Makan siang sambil piknik di kawasan wisata Benteng Fort de Kock.

    Jembatan Limpapeh penghubung antara Benteng Fort de Kock dengan kebun binatang Bukittinggi.
  • Sorenya mampir ke Rumah Kelahiran Bung Hatta yang juga terletak di kota Bukittinggi. Mengenal lebih dekat sosok Pahlawan kita ini dengan mengunjungi rumah kelahiran beliau.
    Rumah kelahiran Bung Hatta.

    Mengenal lebih dekat Sang Pahlawan.
  • Lalu kembali menuju kota Padang via Padang Panjang. Saat di Padang Panjang jangan lupa makan Sate Mak Syukur yang maknyus itu. Dijamin bakal ketagihan he..he..
    Sate Mak Syukur Padang Panjang.
  • Sampai di Padang bermalam di Padang.

Hari Keempat (Padang - Pesisir Selatan - Padang)
  • Setelah 3 hari explore daerah pegunungan Sumatera Barat. Hari ini kita exlore daerah Pesisir Sumatera Barat. Pagi hari dari Padang langsung menuju arah Teluk Bayur dan Bungus. Di Bungus jangan lupa makan di Rumah Makan Ikan Lauak Karang yang khas dengan gulai ikan karangnya.
  • Selesai makan terus lanjutkan perjalanan ke Puncak Mandeh di Pesisir Selatan. Puncak Mandeh ini digadang-gdang sebagai raja ampatnya Sumbar. Pemandangan dari Puncak Mandeh ini memang sangat indah. Dikejauhan kita bisa melihat laut dan deretan pulau yang menghiasi kawasan pesisir Sumatera Barat. Jangan lupa memakai kacamata hitam mengunjungi kawasan ini karena angin yang cukup kuat membuat mata mudah kemasukan debu.
    Puncak Mandeh.

    Rancaknyo alam ranah minang.

    Puncak Mandeh ga kalah dari raja ampat di Papua.
  • Puas menikmati Puncak Mandeh, lalu lanjutkan perjalanan ke Pantai Carocok Painan. Kita bisa bermain wisata air disini. Jika masih punya banyak waktu bisa juga sewa kapal untuk mengunjungi pulau-pulau terdekat dari Pantai Carocok ini. Kawasan ini cukup padat dikala weekend, karena memang menjadi wisata andalan kota Painan.
    Pantai Carocok.

    Ala-ala model di pinggir pantai carocok he..he..
  • Dari Pantai Carocok jangan lupa naik ke Puncak Langkisau, disini kita bisa melihat view laut yang indah juga. Terdapat villa di Puncak Langkisau ini, jadi bagi yang ingin menginap bisa menyewa villa tersebut.
    Puncak Langkisau.

    Disini ada fasilitas paralayang juga lho.

    Menjelang sunset di Puncak Langkisau.

    Puncak Langkisau tidak jauh dari Pantai Carocok Painan.
  • Sorenya atau setelah sunset bisa kembali ke kota Padang atau kembali ke kota masing-masing.

Demikian kira-kira perjalanan keliling Sumbar selama 4 hari yang bisa saya bagikan saat ini. Sesungguhnya masih amat banyak yang belum saya explore. Yang sangat ingin saya coba adalah mengitari kepulauan disekitar pesisir Sumatera Barat seperti pulau Pasumpahan, Mandeh, Setan dll. Tapi cuaca belum mendukung untuk jalan-jalan keliling pulau jadi belum tercapai. Mudah-mudahan nanti perjalanan ke pulau ini bisa saya laksanakan dan saya bagi informasinya kepada teman-teman semua. Semoga bisa bermanfaat dan mengembangkan pariwisata dalam negeri khususnya Sumatera Barat tercinta ini. Kalau belum bisa keluar negeri, coba dulu nikmati alam negeri sendiri. Dijamin ga kalah indahnya. Jalan-jalan ga harus selalu mewah dan mahal, sesuaikan dengan kemampuan kita masing-masing dan pandai-pandailah menyiasati pengeluaran selama diperjalanan. Yuk jalan-jalan dengan cara kita sendiri dan sesuai budget yang kita punya.

Selasa, 24 November 2015

Puncak Lawang Sumatera Barat

Puncak Lawang.

Beberapa minggu yang lalu saya pulang kampung ke Padang. Ada hal yang memang mesti diurus di sana. Dalam kepulangan saya kali ini saya berniat mau jalan-jalan ke puncak lawang disela-sela waktu yang ada. Awalnya saya sempat ragu apakah tetap mau ke puncak lawang atau tidak karena bencana kabut asap yang makin parah di Padang saat itu. Tapi karena ada waktu yang pas akhirnya saya mutusin buat tetap jalan ke puncak lawang, minimal untuk menhapus rasa penasaran saya akan tempat ini.

Seumur-umur lahir dan besar di Padang, saya belum pernah ke puncak lawang dan baru tau keberadaaan tempat keren ini setahun yang lalu. Buat yang belum tahu, puncak lawang adalah nama tempat wisata yang terletak di daerah Matur kabupaten Agam Sumatera Barat, tempat ini biasa dijadikan sebagai tempat start olahraga paralayang. Dari atas puncak lawang ini kita bisa melihat view danau Maninjau yang benar-benar indah. Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu, datang juga. Saya berangkat ke puncak lawang dari Padang menggunakan mobil, biasa yang bertugas sebagai driver adalah suami dan saya bertindak sebagai co-driver he..he.. Kami sengaja tidak makan dulu sebelum berangkat karena berniat mau makan di sate Mak Syukur Padang Panjang.

Driver & Co-Driver.
Jika ingin ke puncak lawang dari kota Padang, kita memang mesti mengambil jalan arah ke Padang Panjang-Bukittinggi. Untuk sampai ke Padang Panjang dari kota Padang biasanya menghabiskan waktu kurang lebih 2 jam perjalanan. Sampai di Padang Panjang, kami langsung menuju sate Mak Syukur nan tersohor itu. Memang menu wajib kalau lewat Padang Panjang pasti makan dulu di sini he..he.. Tips buat yang mau makan di sini, mending pesan per-porsi karena sudah tertera jelas harganya di dinding jadi ga khawatir bakal dimahalin. Karena saat kita masuk bakal ditanya mau pesan per-porsi atau dihidang (sate akan dihidang sekaligus dalam jumlah yang banyak). Harga per porsi saat kita datang Rp. 23.000,-. Ga perlu menunggu waktu lama sate bakal datang, trus minuman favorit saya kalau disini adalah teh manis panas, hmm pas banget dengan cuaca Padang Panjang yang sejuk seperti di Puncak. Makan sate terasa lebih maknyus dengan ditambahkan kerupuk kulit super besar khas Sate Mak Syukur. Benar-benar nikmat, yang belum pernah nyoba wajib nih nyobain. Oya Pak SBY dan Bu Ani juga sering mampir di sate Mak Syukur kalau lagi di Sumatera Barat, ada fotonya dipajang di resto ini he..he..

Sate Mak Syukur endes banget.
Puas makan sate, saatnya melanjutkan perjalanan, eitss nanti dulu karena ada satu jajanan yang jangan sampai terlewatkan kalau di Padang Panjang, yaitu pergedel jagung. Belinya ga usah jauh-jauh karena dijual persis disamping resto Sate Mak Syukur, liat aja ada bangunan semi permanen kecil disamping sate Mak Syukur, seperti penjual gorengan nah disana beli pergedel jagungnya. Pergedel jagungnya uda dapat, baru lanjutin lagi perjalanannya. Untuk mencapai puncak lawang, kita melewati jalan raya yang menghubungkan Padang Panjang dan Bukittinggi. Nanti saat sampai di kec. Padang Lua (sebelum masuk kota Bukittinggi) kita akan melihat papan petunjuk jalan arah danau Maninjau disebuah persimpangan. Nah ikuti saja petunjuk arah danau Maninjau ini, alias belok kiri. Lalu ikuti terus jalan ini sampai ke kec. Matur.

Sepanjang perjalanan ini kita bakal disuguhi pemandangan yang indah. Warna hijau pepohonan akan mendominasi indahnya alam menuju puncak lawang. Kami pun menyempatkan diri untuk berhenti dan mengambil foto pemandangan saat dalam perjalanan ini. Oya kalau ragu dengan jalannya, silakan bertanya ke peduduk sekitar agar tak tersesat. Saya juga beberapa kali bertanya arah jalan he..he.. Ciri-ciri kita sudah mendekati kawasan puncak lawang adalah kita bakal melewati perkebunan tebu. Jadi kalau teman-teman uda lewat perkebunan tebu, berarti uda dekat ke tempat tujuan he..he..

That view..
Sempetin berhenti untuk ambil foto.
Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan dari Padang Panjang, akhirnya kami sampai juga di kawasan Puncak Lawang. Jangan lupa foto-foto dulu di tulisannya, keren deh. Dari sini aja pemandangannya uda bagus banget. Apalagi uda sampai puncak. Kawasan ini sangat asri, banyak sekali pohon-pohon besar nan tinggi. Puas-puasin deh foto-foto dulu sebelum masuk ke kawasan wisatanya he..he..

Foto-foto di sini yuk.

Jalan menuju pintu masuk kawasan Puncak Lawang.

Sebelum masuk aja pemandangannya uda keren.
Oya sebelum masuk, kita dimintai uang 5000 rupiah per-orang sebagai uang masuk oleh pemuda setempat, lalu parkir mobil 5000 rupiah juga, jadi total bayar 15ribu. Urusan bayar membayar beres, lanjut masuk ke kawasan puncak lawang. Kalau mau ke toilet, di sini juga tersedia toilet umum kok di dekat parkir mobil, jadi jangan khawatir silakan pipis dulu sebelum masuk. Soalnya kalau uda masuk n naik ke atas, capek juga buat turun lagi kalau mau pipis, karena lumayan nanjak jalannya he..he..

Yah seperti yang telah saya duga pemandangan kala saya datang kurang begitu bagus karena tertutup kabut asap. Tapi saya tetap sangat menikmati suasana di puncak lawang ini. Kami menggelar tikar di atas rumput persis ditempat take off nya paralayang, karena kabut asap tidak ada orang yang paralayang di sini, jadi kita bebas piknik. Nah saatnya semua cemilan yang uda dipersiapkan sebelumnya dimakan deh termasuk si pergedel jagung yang tadi dibeli di Padang Panjang. Hmm nikmatnya, abis ngemil, kita bobo-bobo cantik di kawasan yang rindang dan sejuk ini. Berikut foto-foto kami saat piknik di puncak lawang.

Gelar tiker di start point paralayang Puncak lawang.

Kabut, enjoy aja.
Asyiknya tiduran di sini.
Lagi kabut aja cantik, apalagi pas ga da kabut.
Lagi asyik piknik, tiba-tiba hujan turun. Yah kalau didataran tinggi hujan datang kapan saja tanpa diundang. Kami buru-buru berteduh dibangunan dekat sana. Yang seru saat hujan ini adalah kabut yang juga turun di puncak lawang, bikin suasana jadi gloomy banget. Kabutnya itu hilang timbul terbawa angin, wah ini pengalaman yang benar-benar menakjubkan bagi saya. Setelah hujan reda kami kembali explore tempat wisata ini, dan lagi-lagi kabut yang hilang timbul membuat suasana makin terasa keren. Oya disini selain paralayang juga ada fasilitas permainan outdoor lainnya seperti flying fox dll.

Pohon-pohon tinggi di Puncak Lawang.

Paling seru piknik bareng keluarga di sini.

Kabut yang datang dan pergi.

Arena bermain + kabut = keren.
Love.
Puas menikmati kawasan puncak lawang, kami lanjut ke Bukittinggi. Memang rencananya kami tidak balik ke Padang sore itu, tapi kami mau menginap semalam di Bukittinggi. Rasanya perjalanan dari puncak lawang ke Bukittinggi tidak begitu jauh kurang lebih 1 jam perjalanan. Sesampainya di Bukittinggi, kami langsung menuju penginapan yang sudah kami pesan sebelumnya. Saya memesan Bamboosa Guesthouse di booking.com sebagai tempat menginap di Bukittinggi. Kenapa saya memilih penginapan ini, karena rating ulasannya bagus dan harganya pun cukup murah. Kamar yang saya pesan seharga 200ribu semalam dan itu dilengkapi dengan fasilitas kamar mandi private, TV satelite, peralatan mandi, sarapan dll. Letaknya juga tidak jauh dari pusat kota Bukittinggi dan bersih itu yang penting. Sesampai di penginapan kami istirahat, sambil ngobrolin abis ini mau jalan kemana. Akhirnya kami mutusin buat keluar setelah solat magrib, buat makan malam lalu lanjut jalan-jalan di sekitaran Jam Gadang Bukittinggi.

Bamboosa Guesthouse.

Sarapan soto yang disediakan Bamboosa Guesthouse.
Setelah magrib kami keluar buat makan malam, lalu lanjut ke Jam Gadang. Uda lama pengen banget punya foto di Jam Gadang pas malam hari. Akhirnya kesampaian juga hari itu. Kami berfoto-foto ria di Jam Gadang. Menurut saya Jam Gadang memang lebih keren di foto pas malam hari he..he.. Saya selalu bangga sebagai urang minang yang sangat kaya akan budaya dan makanan enaknya. Jadi kalau teman-teman ada yang mau jalan-jalan ke Sumatera Barat dan mau bertanya-tanya tentang tempat-tempat wisatanya, silakan bertanya disini, saya akan sangat senang jika dapat berbagi informasi. Yuk jalan-jalan keliling Sumatera Barat, sebab Indonesia bukan hanya Bali lho..he..he..

Yeay..akhirnya foto di Jam Gadang pas malam hari.

Cantik deh jam gadang pas malam.

Yuk, jalan-jalan ke Sumatera Barat.

Pengalaman Hunting Aurora Yang Sangat Berkesan di Tromso Untuk Kedua Kalinya.

  Hai Miss Aurora. Kalian uda baca pengalaman hunting aurora saya pertama kalinya di Tromso belum? Kalau belum silakan baca disini ya. Soal...